Kamis, 15 April 2010 11:37 WIB News,Hukum Share :

Polisi tahan 18 imigran gelap asal Myanmar

Bandar Lampung – Kepolisian Sektor Natar, Lampung Selatan, menangkap 18 imigran gelap asal Myanmar dari sebuah hotel di Natar, Lampung Selatan. Para imigran itu ditangkap karena tidak memiliki dokumen kependudukan dan keimigrasian.

“Mereka hanya membekali diri dengan kartu identitas dari lembaga yang mengurusi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Kepala Polsek Natar, Ajun Komisaris Zulkarnaen, Kamis (15/04).

Imigran yang dua di antaranya merupakan anak-anak itu merupakan korban junta militer Myanmar. Mereka mengaku telah keluar dari Myanmar sejak 15 lalu dan menetap di Malaysia. “Anak saya bahkan lahir di Malaysia,” kata salah seorang imigran, Farouk Husein.

Farouk mengatakan selama mengungsi di Malaysia, mereka mendapat perlakuan buruk dari pemerintah setempat sehingga mereka memilih ke Indonesia. Pria yang lancar berbahasa Melayu itu membawa serta seorang anaknya yang masih berusia 9 tahun. “Kami ingin meminta perlindungan ke UNHCR di Jakarta,” katanya.

Para imigran masuk ke Indonesia melalui Batam dan menuju ke Riau untuk kemudian menuju ke Jakarta. Hingga ke Lampung, mereka harus mengeluarkan 500 ringgit Malaysia. Dari Riau, mereka menumpang sebuah bus, tapi belakangan di tengah perjalanan mereka diturunkan di dekat Bandara Radin Intan Lampung.

Dia mengatakan sejak tahun 1992 lalu umat Islam di Myanmar ditindas pemerintahan juta. Mereka membunuh warga muslim. Keadaan itu membuat warga muslim di Myanmar mengungsi ke Malaysia. “Sekarang masih banyak warga muslim yang tinggal di Malaysia. Dalam waktu dekat mereka akan menyusul kami ke Indonesia,” katanya.

Polisi saat ini masih terus memeriksa para imigran dan mengambil sidik jari mereka. Rencananya, para imigran itu akan diserahkan ke Kepolisian Daerah Lampung sebelum diserahkan ke Kantor Imigrasi Bandar Lampung.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…