Kamis, 15 April 2010 20:19 WIB Sukoharjo Share :

Perparkiran di sekitar UMS diduga ilegal

Sukoharjo (Espos)–Perparkiran di sepanjang tepi jalan depan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, diduga tak berizin. Pihak pemerintah desa (Pemdes) setempat mengaku tak tahu menahu praktik perparkiran yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Sebuah sumber yang ditemui Espos di Balai Desa Pabelan, Kamis (15/4), mengungkapkan, selama ini jasa parkir yang ada di sepanjang jalan tersebut tidak pernah melibatkan warga Pabelan. Para juru parkir (Jukir) yang mengelola lahan-lahan parkir itu berasal dari desa lain di sebelah utara Pabelan.

“Setahu saya mereka bukan warga Pabelan. Rata-rata orang Pabelan justru merasa malu jika harus hidup dengan pekerjaan seperti itu,” kata sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut, praktik perparkiran itu sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun selama ini warga Pabelan tidak pernah mencoba mengurusinya. Hal ini tak lepas dari kedekatan kawasan tersebut dengan dua desa/kelurahan lainnya, yaitu Desa Gonilan di sebelah utara dan Kelurahan Karangasem di sebelah timur.

Sumber tersebut juga mengungkapkan dugaannya bahwa retribusi parkir di kawasan itu hanya masuk ke kantung pribadi orang-orang yang mengkoordinasi para Jukir. Menjamurnya Jukir tak hanya di kawasan kampus UMS Pabelan, namun juga di wilayah Dusun Mendungan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo. Di Mendungan, dia juga menjamin tak ada satu pun warga Pabelan yang terlibat dalam usaha perparkiran.

Sementara itu saat diminta tanggapannya, Sekretaris Desa Pabelan, Sarji, mengatakan pihak Pemdes Pabelan tidak pernah ikut terlibat dalam pengelolaan parkir di sekitar kampus UMS. Walaupun masih termasuk dalam wilayah Pabelan, Pemdes tidak pernah ikut campur.

“Kami tak pernah mengetahui parkir tersebut karena tak pernah melibatkan kami. Entah hasilnya nanti masuk ke instansi terkait di pemerintahan atau ke kantung pribadi kami juga tak pernah tahu. Tanyakan saja pada tukang parkir itu,” katanya.

Sarji juga mengatakan para Jukir itu bukan warga Pabelan, namun mereka mengelola lahan parkir baik yang masuk wilayah Gonilan maupun Pabelan. Areal titik-titik perparkiran di sebelah timur jalan termasuk wilayah Desa Pabelan. Sedangkan yang ada di sebelah barat jalan termasuk wilayah Desa Gonilan.

ama

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…