Kamis, 15 April 2010 12:40 WIB News Share :

Mediasi kasus makam Mbah Priok digelar siang ini

Jakarta–Mediasi terkait kerusuhan yang terjadi saat proses penggusuran makam Mbah Priok yang semula dijadwalkan Kamis pagi pukul 09.00 WIB di Balaikota DKI Jakarta ditunda hingga lima jam, menjadi pukul 14.00 WIB.

Pertemuan yang akan dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto itu nantinya akan menghadirkan pihak-pihak yang terkait antara lain PT Pelindo II, Badan Pertanahan Nasional (BPN), ahli waris makam Mbah Priok, perwakilan warga, Kapolda Metro Jaya, Kepala Satpol PP DKI, Walikota Jakarta Utara beserta pejabat Pemprov terkait lainnya.

“Nanti akan kita tunjukkan bukti foto-foto pemindahan makam,” kata Wagub DKI Jakarta Prijanto di Jakarta, Kamis (15/4).

Selain bukti pemindahan makam, Pemprov juga akan menampilkan seluruh bukti administrasi mengenai kepemilikan lahan tersebut. Menurut Surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta tertanggal 10 Februari 2009 No 80/-1.711.11, makam Al Haddad telah dipindahkan ke TPU Semper pada 21 Agustus 1997.

Sedangkan mengenai tuduhan kurangnya sosialisasi, Wagub mengatakan bahwa sebelum dilakukan penertiban Rabu (14/4) kemarin, para ahli waris sudah mendapatkan surat pemberitahuan pada 16 Februari 2010.

Surat pemberitahuan itu dilanjutkan dengan surat peringatan pertama pada 24 Februari 2010 dan surat peringatan kedua pada 9 Maret 2010.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…