Kamis, 15 April 2010 16:50 WIB Sukoharjo Share :

KA feeder Solo-Wonogiri tabrak bus

Sukoharjo (Espos)--Kereta api feeder jurusan Solo-Wonogiri menyambar mini bus Damar Sasongko di perlintasan kereta api tanpa palang Dukuh Songgorunggi, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kamis (15/4). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun satu penumpang bus mengalami luka.

Informasi yang dihimpun Espos, di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan kereta api yang terjadi pukul 11.00 WIB itu bermula, saat mini bus AD1640AB yang dikendarai Warto, 35, warga Geneng RT 03/RW I Jatisawit, Jatiyoso, Karanganyar melaju dari arah barat atau pertigaan Songgorunggi.

Mini bus tujuan terminal-Solo-Sukoharjo-Jatipuro yang ketika itu berpenumpang 11 orang tersebut jalan merambat menuju rel kereta. Namun, tak disangka dari arah utara melaju pelan kereta api feeder dengan nomor loko BB30029 yang dimasinisi Toni Ariyanto. Tabrakanpun tak terhindari hingga menyebabkan mini bus terseret sejauh enam meter. Akibat kecelakaan itu, body bus bagian tengah mengalami ringsek, sementara satu penumpang bus bernama Surani, 40, warga Desa Plesan, Nguter mengalami luka di bagian pelipisnya.

Salah seorang penumpang bus, Alfat, warga Krebet, Kedungwinong, Nguter mengatakan, kecelakaan terjadi begitu cepat sehinggga bus tidak dapat menghindar.

“Saat hendak melintas rel bus berjalan pelan, tapi karena tiba-tiba ada kereta api, bus langsung tertabrak dan terseret,” ujarnya kepada Espos, di lokasi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono yang turun langsung ke lokasi mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun, dugaan sementara lantaran kurang waspada.

ufi

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…