Kamis, 15 April 2010 19:48 WIB News Share :

DPRD DKI ajukan hak Interpelasi

Jakarta--Tragedi yang terjadi di areal makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara membuat DPRD DKI geram. Para politisi Kebon Sirih pun sepakat mengajukan hak interpelasi.

“Semua fraksi sepakat, kita akan mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur DKI,” ujar Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan kepada wartawan di ruangannya Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (15/4).

Hak interpelasi atau meminta keterangan tersebut diputuskan usai DPRD menggelar rapat paripurna. “7 Fraksi mengajukan usul interpelasi dalam rapat paripurna siang tadi dan ternyata semua (8 fraksi)setuju,” tambah politisi Partai Demokrat ini.

Untuk lebih memaksimalkan kinerja hak interpelasi, DPRD pun sepakat membentuk tim pencari fakta terkait bentrokan yang telah menelan 3 korban jiwa tersebut.

“TPF diketuai oleh H Lulung dan anggotannya 8 orang yang merupakan perwakilan masing-masing fraksi,” tambah Ferrial.

Selain membentuk TPF, DPRD pun membuat posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dalam bentrokan di area Makam Mbah Priok tersebut.

“Mulai besok kita buka layanan pengaduan di sini (DPRD DKI). Masyarakat yang merasa menjadi korban silahkan mengadu kesini,” tambahnya.

Menurut Ferrial, saat ini TFP sudah mulai bekerja untuk mengumpulkan data-data awal terkait dengan kejadian berdarah di Koja, Rabu (14/4) lalu.

“Besok pukul 14.00 WIB kita panggil gubernur, surat undangan sudah saya tanda tangani. Saya berharap gubernur yang datang langsung,” pungkas Ferrial.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…