Kamis, 15 April 2010 17:37 WIB Solo Share :

Desakan penataan pasar, pedagang oprokan bersedia masuk

Solo (Espos)--Paguyuban pedagang Pasar Harjodaksino mendesak pihak DPP Kota Solo menertibkan pedagang oprokan yang berada di Jl Dewi Sartika. Keberadaan pedagang oprokan tersebut memicu kecemburuan pada pedagang yang berada di dalam pasar.

Ketua Paguyuban Pasar Harjodaksino, Broto saat ditemui Espos di pasar, Rabu (14/4), mengatakan permintaan para pedagang ini telah bertahun-tahun disampaikan, namun tidak kunjung mendapat perhatian. “Padahal kami penyumbang PAD terbesar kedua, mestinya mereka tidak pura-pura tidak tahu atau menganggap itu hal lumrah, sehingga seakan-akan mereka (pedagang oprokan) merasa dilegalkan,” katanya.

Menurut data, ada sekitar 200 pedagang oprokan yang menghuni bahu jalan di sisi selatan pasar tersebut. keberadaan mereka, kata Broto, mengurangi penghasilan para pedagang resmi. ia juga mengkritik pembangunan pasar yang masih berupa kulitnya saja, namun belum menyentuh kebutuhan para pedagang.

“Anda lihat sendiri, dari luar bangunannya begitu megah dan bagus. Tapi setelah masuk, kondisinya sangat memprihatinkan. Kalaus saya nilai, kebersihan nilainya enam, sedang keamanan dan kenyamanan kurang dari lima,” katanya.

Demikian juga penuturan pedagang ikan, Yanto, yang antusias bila pedagang dapat masuk semua. “Ada banyak los untuk pedagang daging di sini yang kosong. Kalau pedagang daging di luar masuk semua, kan, berdampak baik bagi pedagang jenis¬† lainnya,” katanya.


m86

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…