Kamis, 15 April 2010 18:01 WIB Wonogiri Share :

Camat Pracimantoro
Pembagian beras berkutu tidak sengaja

Wonogiri (Espos)--Camat Pracimantoro, Kuswandi menegaskan, tidak ada niat buruk terkait pemberian bingkisan sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) berisi beras berkutu dan bahan makanan kedaluwars kepada warga Desa Trukan, Selasa (13/4) lalu.

Menurutnya, itu adalah sebuah ketidaksengajaan dan bingkisan itu juga tidak semuanya berisi beras berkutu. Hanya empat dari 20 bingkisan yang disalurkan kepada warga itu yang berasnya berkutu. Sisanya dalam kondisi bagus dan diterima warga dengan senang hati.

Kepada Espos, Kamis (15/4), Kuswandi mengungkapkan, bingkisan berisi Sembako seperti beras, gula pasir, teh, minyak goreng dan lain-lain itu berasal dari seorang dermawan setempat yang dengan niat ibadah ingin membantu warga yang kurang mampu. Sayangnya, Kuswandi tidak mau menyebutkan identitas pemberi bingkisan itu karena yang bersangkutan memang tidak ingin identitasnya diketahui publik.

“Kami di sini memang biasa mencarikan bantuan dari berbagai pihak untuk warga yang kurang mampu. Karena itu, banyak pula orang-orang mampu yang kemudian memberikan bantuan. Termasuk yang memberikan bingkisan kemarin (Selasa-red),” jelas dia.

Sebelum membagikan bantuan itu, Kuswandi mengaku sudah menawarkan kepada penerima apakah mau menerima bantuan dengan kondisi seperti itu. Ternyata, warga mau menerima, bahkan berterima kasih.
Kuswandi juga mengatakan, bingkisan Sembako itu meski disalurkan lewat kantor kecamatan, hanya diberikan ke warga Desa Trukan. Tidak ada warga desa lain di Pracimantoro yang mendapatkan bantuan itu.
“Dalam pemberian bingkisan ini, kami pilih yang warga benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Desa Trukan, sempat dibuat resah dengan adanya bantuan bingkisan Sembako yang ternyata berisi beras penuh kutu, teh yang sudah kedaluwarsa sejak Februari 2010 dan sejumlah bahan lain. Apalagi, pemberi bingkisan itu juga tidak diketahui secara jelas.


shs

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….