Kamis, 15 April 2010 18:14 WIB Karanganyar Share :

Areal hutan Lestari masih minim

Karanganyar (Espos)--Areal hutan lestari di Indonesia hingga tahun 2010 masih sangat minim. Data Departemen kehutanan, luas hutan rakyat bersertifikat sebagai bagian hutan lestari hanya mencapai 10% dari total luasannya di seluruh nusantara.

Direktur Bina Perhutanan Sosial Derparteman Kehutanan RI, Billy Hendra, menyatakan pengembangan hutan lestari bersertifikat baru menjangkau daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Padahal penerapan program itu penting guna kelestarian lingkungan dan konservasi alam yang digalakkan pemerintah.

“Hutan lestari adalah hutan yang pengelolaannya dilakukan dengan penanaman ulang setiap menebang pohon. Strategi itu memungkinkan areal hutan terpelihara dan tak ada daerah terbuka. Program itu digalakkan Dephut, terutama di Jawa yang hutan rakyatnya berkembang,” ungkapnya ditemui seusai pencanangan penanaman satu miliar pohon di Alun-alun Karanganyar, Kamis (15/4).

Billy yang didampingi Kepala Daerah Aliran Sungai Solo, Ayu Dewi Utari, menyebutkan pihaknya terus berupaya meningkatkan luas areal hutan bersertifikasi guna mendukung terwujudnya hutan lestari. Menurutnya, tak hanya menguntungkan dari sisi kelestarian alam lingkungan, penerapan sertifikasi hutan rakyat mendorong peningkatan nilai ekonomis produk-produk yang dihasilkan.

“Hutan bersertifikat membuat komoditas di dalamnya diakui dunia internasional. Kayu-kayu yang diambil dari hasil pengelolaan hutan lestari akan memiliki nilai jual lebih tinggi. Hal itu karena masyarakat luar negeri juga memperhatikan dan berkepentingan terhadap kelestarian lingkungan ketika membeli kayu dan hasil atau produk-produk hutan yang lain,” imbuhnya menjelaskan.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…