Kamis, 15 April 2010 16:27 WIB Solo Share :

10 Keluarga di Laweyan minta keringanan biaya sertifikasi tanah

Solo (Espos)--10 keluarga yang tinggal di bantaran Kali Premulung di RT 4/ RW VI Kampung Baron Cilik, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan mengalami kesulitan dalam pengusahaan sertifikat tanah yang kini mereka tinggali.

Salah satu warga setempat, Sri Slamet, mengatakan kesulitan sebagian besar warga yakni mengenai proses pembiayaan sertifikasi tanah. “Kita sudah beberapa kali berusaha mencari, tapi terbentur biaya. Kami terus terang tidak punya biaya,” katanya saat ditemui Espos di rumahnya, Kamis (15/4). Ia berharap ada bantuan keringanan biaya bagi warga miskin untuk dapat memperoleh sertifikat tanah.

“Saya sudah puluhan tahun di sini, bahkan lahir pun di sini. Tapi karena tidak punya uang, jadi kami tidak punya sertifikat. Saya harap ada bantuan, seperti halnya bantuan pendidikan atau kesehatan, sehingga saya juga dapat hak-hak sebagai warga negara, seperti bantuan RTLH misalnya,” tambahnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sekitar 10 rumah di kawasan tersebut terancam longsor karena tanah yang berada di pinggir sungai yang mereka gunakan untuk dapur selalu terjadi erosi saat volume air sungai meningkat.

m86

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…