Rabu, 14 April 2010 18:04 WIB News Share :

Tersangka mengaku enam kali selundupkan Narkoba

Yogyakarta--Tersangka penyelundup sabu-sabu 2,6 kilogram yang digagalkan petugas di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Sri Moentarini, 37, mengaku telah enam kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia.

“Dalam pemeriksaan awal tersangka mengaku sudah enam kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Ketika digagalkan petugas di Bandara Adisutjipto, itu penyelundupan keenam kali,” kata Kasat I Penyidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Marsudi, Rabu (14/13).

Menurut dia, tersangka juga mengaku hanya sebagai kurir atas perintah seseorang melalui telepon genggam untuk datang ke Malaysia mengambil sabu-sabu dari orang yang tidak dikenalnya.

“Sabu-sabu tersebut kemudian dibawa ke Indonesia dengan menumpang pesawat terbang yang mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan rencana selanjutnya akan dibawa ke Jakarta melalui jalan darat,” katanya.

Ia mengatakan Polda DIY masih terus berusaha mengorek keterangan dari tersangka untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional di Indonesia.

“Kasus ini sudah mencakup wilayah jaringan internasional, sehingga kami akan mengintensifkan lagi penyidikan guna mengungkap mata rantai peredarannya,” katanya.

Marsudi mengatakan jika hanya menyidik penyelundupannya, itu mudah sekali karena barang bukti maupun saksi ada. “Tugas berat adalah mengungkap jaringan pengedarnya, karena sangat mungkin merupakan jaringan yang luas, dan biasanya antarpelaku terputus dan tidak saling mengenal,” katanya.

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Yogyakarta pada Selasa (13/4) menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 2,6 kilogram senilai Rp5,2 miliar.

Sabu-sabu itu dibawa Srie Moentarini (37) warga RT 05/RW 02 Kelapa Dua, Jakarta Barat, dan diketahui petugas setelah turun dari pesawat Air Asia nomor penerbangan AK-594 rute Kualalumpur – Yogyakarta. Narkoba tersebut disembunyikan di bagian bawah kopornya.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta yang melakukan uji laboratorium terhadap narkoba berbentuk kristal itu menyatakan positif sabu-sabu atau metamfetamine golongan I.

Ant/tya

PERSONALIA, ADMIN, QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…