Rabu, 14 April 2010 17:06 WIB News Share :

Ternyata Bahasyim masih berstatus PNS

Jakarta — Bahasyim Assifie dilaporkan masih berstatus pegawai negeri sipil atau PNS Kementerian Keuangan. Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan kesulitan menentukan sikap atas Bahasyim karena posisinya masih dalam tahanan polisi. Selain itu, kesalahan yang dituduhkan kepadanya adalah kesalahan yang dilakukan di luar institusi Kementerian Keuangan.

“Dia (Bahasyim) masih PNS. Saya sedang mencari-cari prosedur yang terbaik untuk memanggilnya dalam pemeriksaan internal. Namun, karena masih dalam tahanan polisi, saya tidak tahu istilahnya, apakah pemanggilan atau peminjaman Bahasyim,” ungkap Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao di Jakarta, Rabu (14/4), seusai menghadiri penandatanganan Pakta Integritas semua pejabat eselon I di Kementerian Keuangan di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut Hekinus, dia sudah mengusulkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Mulia Panusunan Nasution, agar Bahasyim diberhentikan sementara. Alasannya, Bahasyim sudah tidak bisa bekerja dengan normal karena ditahan di kepolisian dan mendapatkan tuduhan serius, yakni dugaan pencucian uang yang melibatkan anak dan istrinya.

“Jika itu (pemberhentian sementara) disetujui oleh Menteri Keuangan, maka gaji pokoknya akan dipotong 50 persen. Jika ternyata yang bersangkutan tidak bersalah, maka posisi jabatannya masih bisa dikembalikan semula,” ungkapnya.

Dalam kasus Gayus Tambunan, Itjen Kementerian Keuangan sempat melayangkan surat pemanggilan sebanyak tiga kali. Namun, yang bersangkutan tidak datang karena sedang berada di Singapura. Ketidakhadiran itu menjadi alasan yang kuat bagi Kementerian Keuangan untuk memberhentikan Gayus dari PNS secara tidak hormat. Setiap pemanggilan hanya berjeda 24 jam sehingga antara pemanggilan pertama dan ketiga, Itjen Kementerian Keuangan hanya butuh waktu tiga hari untuk menentukan pemberhentian.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru mengeluarkan Keputusan Nomor 261/KM.1/UP.11/2010 tentang pemberhentian Bahasyim sebagai PNS yang diperbantukan ke Bappenas mulai 12 April 2010.

Berdasarkan keterangan, Dr Bahasyim Assifie, M Si, memiliki nomor induk pegawai 195206051976031002. Terakhir, ia menjadi Pembina Utama Muda (Golongan I V/c) di Kementerian Keuangan. Keputusan ini ditetapkan karena sebelumnya Sekretaris Menteri Negara PPN/Bappenas telah mengembalikan Bahasyim ke lingkungan Kemenkeu terhitung mulai 1 April 2010.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…