Rabu, 14 April 2010 14:56 WIB News Share :

Rekam warga dipukuli, kamera wartawan direbut Polisi

Jakarta — Saat sedang meliput bentrokan di kawasan makam Mbah Priok, handycam wartawan Poskota, Yahya Abdul Hakim, diambil polisi. Kamera Yahya direbut paksa saat dia mengambil gambar warga yang sedang dipukul anggota polisi.

“Saat terjadi keributan, saya coba ambil gambar warga dipukuli oleh polisi, lalu tiba-tiba saya didorong dari belakang, kamera saya diambil,” ujar Yahya, Rabu (14/4).

Kejadian ini menimpa Yahya ketika meliput bentrokan warga dan polisi di kawasan Terminal Peti Kemas Koja, tak jauh dari makam Mbak Priok.

Menurut Yahya, polisi melarang gambar polisi memukul warga direkam. Bahkan polisi yang merebut kamera Yahya, sempat bilang jika kamera Yahya disita dan jika mau diambil, harus ketemu komandannya terlebih dahulu.

“Kalau mau diambil, silakan ketemu komandan,” ucap Yahya menirukan ucapan petugas polisi. Kamera Yahya adalah handycam merek JTV.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…