Rabu, 14 April 2010 16:03 WIB News Share :

Massa coba terobos RS Koja

Jakarta – Suasana RSUD Koja, Rabu (14/4)  diwarnai ketegangan. Warga yang terlibat bentrok dengan Satpol PP dan polisi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, makin beringas. Mereka nekat ingin masuk ke RS Koja untuk mencari polisi yang menembakkan gas air mata dari atap RS.

Sekitar pukul 15.30 Wib, bentrokan yang merupakan buntut sengketa pembongkaran makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad atau Mbah Priok itu masih berlanjut.

Lebih kurang 30 orang warga mendatangi RS Koja, yang berjarak 500 meter dari kompleks pemakaman. Beberapa dari mereka sebelumnya melihat ada oknum polisi yang menembakkan gas air mata dari atap RS.

“Mana itu polisi yang nembak dari atas? Beraninya nembak dari atas!” teriak mereka.

Namun, usaha mereka berhasil dihalang-halangi oleh Satpam RS dibantu oleh warga. “Tolong jangan masuk ke rumah sakit. Ini tempat netral, banyak yang sakit,” halau petugas.

Meski massa mengurungkan niatnya, namun para pengunjung RS Koja sempat ketakutan. Suasana di dalam RS sendiri sangat mencekam. Beberapa anak-anak terlihat menangis.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…