Rabu, 14 April 2010 20:03 WIB Internasional Share :

Korban tewas akibat gampa di China capai 400 orang

Beijing–Gempat berkekuatan 6,9 skala Richter, Rabu menewaskan sekitar 400 orang di Dataran Tinggi Tibet, China barat daya dan mencederai lebih dari 10.000 orang sementara rumah-rumah, sekolah-sekolah dan kantor-kantor ambruk.

Serangkaian gempa dan gempa susulan merusak rumah di wilayah Yushu, etnik Tibet,Provinsi Qinghai ambruk, kata penduduk dan media pemerintah.

“Saya melihat orang cedera di mana-mana. Masalah terbesar kini adalah kami kekurangan tenda, kami kekurangan peralatan medis, obat-obatan dan pekerja medis,” kata Zhuohuaxia, seorang juru bicara  lokal kepada kantor berita Xinhua.

Tentara dikirimkan ke daerah itu dan bantuan dari organisasi-organisasi swasta telah diberangkatkan dari ibu kota provinsi itu, Xining.

“Penduduk sangat ketakutan,” kata Pierre Deve, dari Snowland Service Group, satu organisasi non pemerintah, menambahkan banyak yang putus harapan terhadap mereka yang masih terperangkap.

Dataran tinggi Tibet sering dilanda gempa , tetapi korban biasanya sedikit karena tidak banyak penduduk tinggal di daerah itu. Banyak penduduk di daerah terpencil tanpa tempat perlindungan  dalam temperatur mendekat beku di Yushu dan bahkan lebih dingin di desa-desa pegunungan.

Para pejabat pemerintah mengemukakan kepada media pemerintah sebagian besar rumah hancur total. Foto-foto menunjukkan gedung-gedung lebih besar tetap utuh, dengan puing-puing di sekitarnya.

Pemerintah Jepang menawarkan bantuan darurat, kata juru bicara pemerintah Jepang Hirofumi Hirano. Xinhua memberitakan  gempa Rabu pagi itu menyebabkan sejumlah sekolah dan bagian dari satu kantor pemerintah runtuh. Sejumlah siswa sekolah ketrampilan dan pelajar sekolah dasar terperangkap dalam reruntuhan itu, katanya, walaupun penduduk mengatakan sebagian besar siswa dapat melarikan diri ke lapangan bermain.

Penduduk dari departemen jalan raya daerah Yushu sedang berusaha menggali puing-puing untuk menceri keluarga mereka yang terperangkap  dalam sebuah gedung yang ambruk, kata pejabat departemen itu Ji Guodong melalui telepon.

“Rumah-rumah itu dibangun menggunakan batu bata dan kuat, tetapi jika gedung-gedung  itu ambruk dapat mencederai banyak orang di dalamnya,” kata Zhuo De kepada Reuters melalui telepon dari Xining setelah menghubungi keluarganya di Yushu.

Pusat gempa itu terletak di gunung-gunung  yang memisahkan provisi Qinghai dari Daerah Otonomi Tibet. Di kaki-kaki bukit selatan dan timur daerah itu adalah rumah untuk para pengembala dan biara Tibet daerah Yusu , sementara  di utara  dan barat daerah itu adalah kering dan terpencil.

Gempa itu berpusat sekitar 240km sebelah utara barat daya Qamdo di Tebet dan 375 km sebelah selatan tenggara kota Golmud di Qihai dan berkedalaman 10km, kata Badan Geologi Amerika Serikat.

Satu gempa berkekuatan 5.0 skala Richter melanda daerah yang sama Selasa malam, dan gempa-gempa susulan dan gempa yang melanda Rabu pagi yang berkekuatan 6,9 skala Richter itu menyebabkan penduduk ketakutan dan lari ke jalan-jalan.


Ant/tya

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…