Rabu, 14 April 2010 19:09 WIB Pilkada Share :

2 Tim kampanye belum laporkan dana kampanye

Solo (Espos)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo melayangkan surat kedua kepada tim kampanye Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) dan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di) terkait belum dilaporkannya dana kampanye.

KPU melayangkan surat kedua ke kedua tim kampanye, Selasa (13/4) setelah dalam surat pertama yang dilayangkan 5 April lalu belum ada tanggapan dari kedua tim kampanye.

“Kami layangkan surat kedua soal itu. Hingga saat ini belum ada yang laporan. Karena memang soal administrasi, jadi ya tidak ada sanksi tegasnya,” ungkap anggota KPU Solo Bidang Hukum dan Pengawasan, Untung Sutanto kepada wartawan, Rabu (14/4).

Hingga saat ini data yang ada hanyalah rekening awal dana kampanye yaitu Rp 500.000 untuk pasangan Jo-Dy dan Rp 1,5 juta untuk pasangan Wi-Di. Dia menyatakan, seharusnya semua dana kampanye yang digunakan harus melalui rekening itu.

Bahkan, kata dia, jika calon menggunakan dana pribadinya, juga harus melalui rekening dana kampanye. Hal itu dilakukan agar diketahui semua transaksi keluar masuknya dana kampanye.

“Seharusnya mereka (tim kampanye-red) tahu soal itu karena itu semua sudah diatur dalam Peraturan KPU. Harusnya dilakukan H-1 sebelum kampanye sudah dilaporkan,” kata Untung.

dni

SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…