Selasa, 13 April 2010 20:19 WIB Karanganyar Share :

Tanah di Guyon terus bergerak, 10 KK diimbau lekas pindah

Karanganyar (Espos)--Pemerintah Kecamatan Tawangmangu mengimbau sekitar 10 kepala keluarga (KK) di Dukuh Guyon Desa Tengklik untuk segera pindah ke lokasi lain. Hal itu menyusul ancaman dan risiko longsor akibat pergerakan tanah di wilayah setempat.

Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo, dalam penegasannya kepada <I>Espos<I> menyebutkan telah berulangkali menyampaikan imbauan tersebut ke warga. Namun demikian dia mengatakan sejauh ini masih ada sekitar 10 KK yang nekat dan memilih tetap bertahan di rumah-rumah mereka meskipun terancam bahaya dan risiko longsor.

“Sudah kami sampaikan berulang-ulang kali dalam berbagai kesempatan, terutama mereka yang tinggal di bawah punden karena paling berisiko terkena longsor. Jumlahnya ada sekitar 10 KK, tetapi sepertinya cukup sulit memindahkannya karena masing-masing bersikukuh mempertahankan miliknya,” ungkapnya di Karanganyar, Selasa (13/4).

Menurut Yopi, tak hanya mengimbau, pemerintah desa dan kecamatan pun bahkan telah mengupayakan relokasi ke tempat yang lebih aman dengan memanfaatkan tanah kas desa. Namun langkah itu tak mendapat tanggapan menggembirakan dari warga. Karenanya selain terus mengingatkan agar pindah, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Secara terpisah, Kepala Dusun (Kadus) Guyon Desa Tengklik, Sumanto, mengakui perihal perlunya warga pindah untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang dapat menimpa. Terlebih selama berlangsungnya musim hujan yang sering disertai munculnya fenomena penurunan tanah dan retakan-retakan baru di lingkungan setempat.

“Hanya saja persoalannya kan tidak sesederhana itu. Ada beberapa hal yang harus kami pertimbangkan sebelum pergi dari hunian lama dan pindah ke tempat baru. Di antaranya yaitu ketersediaan lahan dan mata pencaharian warga yang sebagian besar menghidupi keluarganya dari bertani,” sambungnya.

try

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…