Selasa, 13 April 2010 16:00 WIB Ekonomi Share :

Pertumbuhan pasar jamu tradisional ditarget capai 30%

Solo (Espos)–PT Sido Muncul mentargetkan pertumbuhan pasar jamu di Indonesia hingga akhir tahun 2010 ini bisa mencapai 20% hingga 30% dibanding tahun 2009. Perusahaan tersebut optimistis diberlakukannya Asean-China Free Trade Area (ACFTA) tidak akan mempengaruhi perkembangan industri jamu dalam negeri.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama (Dirut) PT Sido Muncul, Irwan Hidayat seusai penyerahan secara simbolis bantuan sosial senilai Rp 150 juta kepada lima rumah sakit di wilayah Soloraya, Selasa (13/4).

“Sejauh ini, saya belum melihat dampak dari diberlakukannya ACFTA terhadap industri jamu tradisional di Indonesia. Bahkan progress-nya saya lihat cukup bagus. Di kuartal pertama tahun 2010 ini bahkan terjadi pertumbuhan pasar atau kenaikan penjualan hingga sebesar 20 persen bila dibandingkan tahun 2009 lalu,” ungkap Irwan kepada wartawan.

Irwan mengaku optimistis pemberlakuan ACFTA ke depan justru akan memotivasi sektor usaha di Indonesia asalkan para pelaku usaha siap berkompetisi dengan meningkatkan kreativitas, inovasi, ulet bekerja keras dan menyiasati hal itu sebagai sebuah peluang untuk mengembangkan produk dan pasar usaha.

sry

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….