Selasa, 13 April 2010 13:46 WIB News Share :

Mabes Polri tahan Paspor Susno

Jakarta – Markas Besar Polri menahan paspor Komisaris Jenderal Susno Duadji. Penahanan paspor Susno Duadji karena yang bersangkutan tidak meminta izin Kapolri untuk keluar negeri.

“Jelas (ditahan). Kalau keluar Indonesia itu bebas. Tapi setiap anggota Polri baik dia pangkat terendah sampai tertinggi itu harus izin. Tidak bisa tidak,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Komisaris Besar Zainuri Lubis, Jakarta, Selasa (13/4).

Menurut dia, semua anggota Polri wajib melapor kepada Kapolri bila ingin bepergian ke luar negeri. “Tidak bisa tidak. Termasuk Wakapolri,” ujarnya.

Sedangkan untuk Kapolri sendiri, bila ingin terbang keluar negeri harus mendapat izin Presiden. “Jadi semua itu ada aturannya. Ada tata aturannya. Paspor Pak Susno itu dikeluarkan oleh dinas,” tegas dia.

Atas dugaan pelanggaran izin itu, Susno terancam sanksi dari Kepolisian RI. Kendati demikian, belum diputuskan sanksi apa yang akan diterima mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri itu.

“Sanksi paling ringan adalah teguran. Paling keras, penempatan di tempat khusus selama 21 hari,” kata Zainuri.

Tempat khusus yang dimaksud itu bukan berarti penahanan. Tapi memang ruangan khusus untuk penempatan Susno Duadji. “Seperti di ruang dinas. Ya pokoknya, tempat khusus,” kata dia.

Sebelumnya, keluarga mencari tahu di mana keberadaan paspor Susno. Keluarga menyayangkan hilangnya paspor Susno setelah penangkapan atau penjemputan paksa di Bandara Soekarno-Hatta,  Senin (12/4).

vivanews/ tiw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…