Selasa, 13 April 2010 13:33 WIB Hukum Share :

Korban tewas Miras oplosan terus bertambah

Jakarta -Korban minuman keras (Miras) oplosan kedai Jamu Abah bertambah satu hari ini, Selasa (13/4). Korban kali ini bernama Tisna, 35, warga Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Sehingga total korban Miras oplosan menjadi lima orang dari sembilan orang yang mengkonsumsi enam liter “air api” itu.

Tisna, buruh pelabuhan itu meninggal sekitar pukul 09.30 Wib di Rumah Sakit Sukmul Sisma Media, Tanjung Priok. Sebelumnya, ia sempat dilarikan ke rumah sakit oleh teman-temannya, sekitar pukul 09.00 Wib, karena kejang-kejang dan muntah-muntah. Pria dengan tinggi 165 dan berat 54 itu langsung dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Sukmul Sisma Medika dan dipasangi selang oksigen. “Tidak tertolong karena sudah kritis,” kata Kepala Seksi Kemanan Rumah Sakit Sukmul Sisma Medika Sutanto di ruang jenazah.

Bambang, seorang teman korban yang mengantar ke rumah sakit, memperkirakan Tisna menenggak minuman keras oplosan itu pada Minggu, (11/4) malam.

Kematian Tisna sedang diselidiki oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, karena terkait dengan kasus minuman keras oplosan dari kedai Jamu Abah. Kemarin, Senin (12/4) empat orang telah meninggal akibat minuman keras oplosan serupa. Tiga di antaranya, Jonikson, 40, Suwito, 53, dan Parto, 58, meninggal di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Sedangkan Roni, 42, meninggal di rumahnya di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…