Selasa, 13 April 2010 16:49 WIB News Share :

Kejati Jateng kawal penggunaan DAK pendidikan

Salatiga (Espos)–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah berkomitmen untuk mengawal penggunaan dana alokasi khsusus (DAK) bidang pendidikan untuk SMP agar sesuai ketentuan. Tindakan preventif ini dinilai perlu dilakukan mengingat besarnya nilai DAK dan meratanya titik rawan terjadinya penyimpangan penggunaan sejak dana itu dikucurkan.

Kepala Kejati (Kajati) Jateng, Salman Maryadi bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kunto Nugroho, Selasa (13/4), memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi tentang pengelolaan dan pengawasan DAK kepada para Kepala Dinas Pendidikan, Kasi Intel Kejari se-Jateng dan sejumlah aparat kepolisian dalam acara Rapat Koordinasi dan Perencanaan DAK SMP 2010 di Salatiga.

Tujuannya adalah adanya persepsi yang sama antar mitra kerja, yakni Dinas Pendidikan, kejaksaan dan kepolisian dalam mengawal kebijakan pemerintah tersebut.

“Kami dari kejaksaan berupaya untuk melakukan tindakan preventif. Kami dari kejaksaan bersama-sama dengan Diknas dan kepolisian untuk mengawal dan mengamankan agar DAK ini digunakan sesuai ketentuan,” papar Salman.

Lebih jauh Salman mengungkapkan langkah-langkah preventif akan dilakukan dengan mengawasi sekolah penerima DAK serta mensosialisasikan masyarakat mengenai sekolah-sekolah yang menerima DAK. Sehingga diharapkan ada pula fungsi pengawasan dari masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho menambahkan jika dalam rapat koordinasi kemarin ada substansi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang belum pas akan kita dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk direvisi dan diterbitkan suplemen.

kha

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…