Selasa, 13 April 2010 10:08 WIB News,Internasional Share :

KBRI urus WNI korban perbudakan ke Costa Rica

Jakarta–Pejabat KBRI di Meksiko berangkat ke Costa Rica terkait kabar dibebaskannya 13 nelayan WNI yang menjadi korban perbudakan di atas kapal. Pejabat KBRI akan berkoordinasi dengan Kepolisian setempat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Sudah ada pejabat KBRI yang berangkat ke Costa Rica,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Selasa (13/4).

Menurut Faiz, identitas ke 13 nelayan WNI yang bernasib naas itu hingga kini belum diketahui. Belum jelas pula apakah mereka sudah dipindahkan ke Ibu Kota Costa Rica atau masih berada di lokasi penemuan di Kota Pelabuhan Puntarenas.

“Pejabat KBRI-nya belum bertemu. Kasusnya seperti apa kita juga belum mengetahui,” lanjut Faizasyah.

Ketiga belas nelayan WNI tersebut merupakan bagian dari 36 korban perbudakan lainnya di atas dua kapal berbendera asing di Costa Rica. Kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Selama 36 pekan, mereka dipaksa bekerja selama 20 jam setiap hari, diberi sedikit makanan, dan tidak jarang menerima hukuman cambuk. Upah para korban juga tidak pernah diberikan. Paspor mereka juga disita supaya tidak melarikan diri.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….