Selasa, 13 April 2010 12:55 WIB Sragen Share :

Kasus Bansos Sragen, sejumlah Kasek sebut nama baru

Sragen (Espos)–Setelah meminta keterangan 12 kepala sekolah (Kasek) kemarin, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen kembali memeinta keterangan 13 Kasek sebagai saksi, Selasa (13/4), di Kejari Sragen untuk tindak lanjut atas kasus dugaan penyunatan bantuan sosial (Bansos) bidang pendidikan.

Dalam pemeriksaan tersebut, muncul nama baru yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. nama tersebut adalah RK, yang diketahui merupakan anggota DPRD Jateng. Informasinya RK juga terlibat kasus Bansos di Magelang.

Kasi Pidsus Heru Mayawan SH mewakili Kepala Kejari (Kajari) Sragen, Sri Sektiyanti SH kepada Espos, Selasa (13/4) menjelaskan, dalam pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik memang sejumlah Kasek menyebut nama baru yakni RK.

“Dari ke 13 Kasek yang kita minta keterangan sebagai saksi, ada yang menyebut nama RK yang diduga terkait dalam kasus penyunatan dana Bansos bidang Pendidikan ini,” jelas Heru.

Kendati sejumlah Kasek yang dimintai keterangan menyebut nama RK sebagai calon tersangka baru, namun kejaksaan menurut Heru, untuk saat ini akan lebih memfokuskan pemeriksaan saksi terkait dua calon tersangka yang sudah ada sebelumnya yakni, EW dan IS.

“Kita fokuskan dulu untuk dua calon tersangka EW dan IS dulu. Sementara untuk nama RK akan kita split dalam pemeriksaan tersendiri,” tuturnya.

Selain memeriksa saksi 13 Kasek tersebut, tim penyidik Kejari Sragen juga menerima bukti-bukti seperti, faktur penerimaan barang (komputer), bukti rekening senilai Rp 100 juta. Tidak hanya itu, kejaksaan juga menyita perangkat komputer.

Bansos bidang pendidikan diberikan kepada sejumlah sekolah  di Sragen, masing-masing senilai Rp 100 juta melalui rekening sekolah. Bantuan itu, digunakan untuk pengadaan komputer sebanyak 10 unit komputer dan empat unit printer.

”Pengadaan barang itu bukan dilakukan sekolah, tetapi pengadaannya melalui EW. Saya hanya menerima barangnya,” jelas Kepala SD Aisyiyah Gemolong, Sumirah.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…