Selasa, 13 April 2010 20:57 WIB News Share :

Jusuf Kalla jadi Penasihat PB NU

Jakarta--Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla masuk dalam jajaran dewan penasihat (mustasyar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015. “Nama-nama yang masuk kepengurusan sudah dikonfirmasi,” kata Sekretaris Jenderal PBNI Iqbal Sulam di Jakarta, Selasa.

Kepengurusan lengkap PBNU disusun oleh tim formatur di kediaman Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah, Senin (12/4). Jusuf Kalla sebelumnya adalah mustasyar Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan. Ayahnya, H Kalla, merupakan salah seorang perintis NU di Sulawesi Selatan.

Beberapa anggota mustasyar lainnya adalah Prof Dr KH Tholchah Hasan, KH Muchit Muzadi, KH Maimun Zubair, KH Idris Marzuki, KH Dimyati Rois, Prof Dr Nasaruddin Umar, Tuan Guru Turmudzi, dan Fauzi Bowo yang juga gubernur DKI Jakarta.

Sementara di pengurus harian, KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Hasyim Muzadi ditetapkan sebagai wakil rais aam di jajaran syuriah PBNU.

Sedangkan di jajaran tanfidziyah, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang terpilih di muktamar lalu didampingi As’ad Said Ali dan Slamet Effendy Yusuf sebagai wakil ketua umum. Di jajaran ketua, wajah lama hanya KH Abbas Muin, selebihnya baru, antara lain Hasyim Wahid atau Gus Im (adik KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid) dan Prof Dr Kacung Marijan, pengamat politik dan akademisi Universitas Airlangga Surabaya.

Secara resmi kepengurusan PBNU belum diumumkan. Menurut Iqbal, pengumuman resmi direncanakan dilakukan Kamis (15/4) sore.


kompas.com

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…