Selasa, 13 April 2010 09:50 WIB News Share :

Dokter tim Mer-C antisipasi Susno diracun

Jakarta –  Dengan adanya kejadian penangkapan Susno Duadji, dokter dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), Jose Rizal mengatakan, timnya akan semakin ketat mengawasi kondisi kesehatan Susno dengan ketat.

Di antaranya, Susno hanya diperbolehkan makan makanan yang diberikan pihak keluarga dan tidak boleh menerima makanan dari pihak lain. “Kita takut diracun. Karena yang diungkapkan beliau adalah hal yang besar,” kata Jose.

“Sebenarnya Pak Susno sejak ditangkap di bandara sampai pulang ini merasa sangat marah karena sempat didorong-dorong. Beliau merasa terhina. Jadi berpengaruh sama tensinya,” ujarnya kepada wartawan seusai memeriksa Susno di rumahnya Jalan Cibodas 1, Perumahan Puri Cinere, Depok, Selasa (13/4) dini hari.

Tensi orang orang normal sekitar 140/95. Sedangkan, tensi Suno, sitoliknya sempat naik lebih dari 140. Meski demikian, Jose enggan menjelaskan sampai setinggi apa kadarnya. Tetapi, setelah sampai di rumah dan rileks serta diajak bersenda gurau, tensi Susno sudah kembali normal.

Susno Duadji tiba di rumahnya jalan cibodas 1 Perumahan Puri Cinere Depok sekitar jam 23.00 WIB. Begitu tiba ia langsung dikerubungi para wartawan. Pengacara Susno.  Henry Yosodiningrat menjelaskan bahwa Susno dihujani lima pertanyaan.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain apakah bapak sehat, apakah bersedia diperiksa, bersedia diperiksa karena apa. Henry menjelaskan bahwa untuk pertanyaan ketiga Susno tidak mengerti. Ternyata dari pihak kepolisian menjelaskan bahwa Susno diperiksa karena berangkat ke LN tanpa izin.

Menurut Henry, penangkapan ini tidak sah. Pak Susno tidak bisa dikatakan melanggar, karena pelanggaran itu belum terjadi, kecuali kalau sudah berangkat ke luar negeri, ujarnya pada wartawan, Senin (12/4) di rumah Susno.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…