Selasa, 13 April 2010 14:07 WIB News Share :

BPK lapor kasus terindikasi pidana senilai Rp 730 M

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama semester II-2009 telah melampirkan sebanyak 46 kasus yang terindikasi pidana dengan nilai Rp 730,45 miliar dan US$ 2,23 juta.

Dalam laporan penyerahan ikhtisar hasil pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan semester II-2009 dalam Sidang Paripurna DPR di gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa 13 April 2010 disebutkan bahwa kasus berindikasi tindak pidana tersebut terbagi atas 20 kasus senilai Rp 216,54 miliar dan US$ 315,4 ribu yang disampaikan kepada kejaksaan.

Kasus lain dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 26 kasus dengan nilai Rp 513,9 miliar dan US$ 1,91 juta.

Hadi juga mengungkapkan, hingga akhir semester II-2009, sebanyak 61.711 rekomendasi atau 47,87 persen telah ditindaklanjuti instansi terkait dengan nilai Rp 465,85 triliun.

BPK melaporkan rekomendasi hasil temuan sampai akhir semester II-2009 sebanyak 70.375 temuan dengan nilai Rp 2.333,51 triliun dengan jumlah 128.898 rekomendasi senilai Rp 1.528,40 triliun.

Sedangkan temuan BPK yang berhasil ditindaklanjuti dengan penyetoran ke kas negara dan kas daerah selama pemeriksaan pada semester II-2009 senilai Rp 102,73 miliar dengan rincian setoran dari pemerintah pusat Rp 9,15 miliar dan pemerintah daerah Rp 93,57 miliar.

vivanews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…