Senin, 12 April 2010 17:24 WIB Boyolali Share :

Terkait kemelut Pasar Boyolali Kota, Pemkab panggil PT TBR dan subkontraktor

Boyolali (Espos)--Pemkab Boyolali berencana akan memanggil kontrraktor pembangunan Pasar Boyolali Kota PT Tata Bumi Raya (TBR) dan 5 subkontraktor yang hingga saat ini belum terselesaikan, terkait pembayaran kepada subkontraktor. Pemanggilan itu akan dilakukan Rabu (14/4) besok.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Boyolali Nur Suhartinah menyatakan pemanggilan itu dilakukan sebagai upaya niat baik dari Pemkab dalam menyelesaikan kemelut tersebut. Hal itu dilakukan agar pihak pedagang tidak resah dengan adanya permasalahan tersebut.

“Kita ada niat baik untuk memanggil mereka (TBR dan subkontraktor), agar suasana di pasar dan konsumen pasar tidak resah dengan adanya ancaman tersebut,” ujarnya kepada wartawan seusai bertemu Bupati di Setda Boyolali, Senin (12/4).

Nur Suhartinah menyatakan sebetulnya pihak Pemkab tidak memiliki kaitan dengan adanya permasalahan antar kontraktor dan subkontraktor tersebut. Pasalnya, kewajiban pihak pemerintah juga telah diselesaikan. Namun, karena adanya ancaman dari pihak subkontraktor, akibat belum dibayarnya pekerjaan pembangunan Pasar Boyolali Kota tersebut, jelas Nur, hal itu terkait masalah aset yang dimiliki oleh Pemkab sendiri.

“Kalau ada ancaman pengambilan barang yang telah kerjakan oleh subkontraktor, hal itu tidak berurusan dengan Pemkab, tetapi sudah dengan pihak kepolisian. Jadi, hal itu karena masalah aset,” papar dia.
Sebelumnya, lima rekanan yang menjadi subkontraktor dari PT Tata Bumi Raya (TBR) selaku pemenang lelang mengancam mengambil kembali barang-barang yang telah mereka pasang di pasar tersebut. Ancaman itu dilakukan karena hingga jatuh tempo yang disepakati belum melunasi hak mereka. Kelima subkontraktor masing-masing CV Indra Sakti Utama, PT Sinar Terang, CV Sumber Alam Sakti, CV ACC dan Kardi.


fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…