Senin, 12 April 2010 11:29 WIB News Share :

SJ akan dipanggil DPR

Jakarta – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat berencana memanggil Syahril Johan alias SJ, yang disebut-sebut sebagai makelar kasus. Pemanggilan SJ ini agar mendengar keterangan langsung.

“Soal SJ, kami harus memeriksanya dulu,” kata Wakil Ketua Komisi III, Azis Syamsuddin. “Tunggu dia pulang dulu dari Australia,” katanya di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11).

Bagaimanapun, kata Azis, Komisi III harus mendengar langsung keterangan SJ. “Agar tidak sepihak,” ujar politisi Partai Golkar itu. Namun, Azis menambahkan, Komisi III tetap menghargai keterangan dari Susno Duadji.

Syahril Johan alias SJ, pria yang disebut-sebut sebagai makelar khusus atau markus oleh Susno Duadji pernah menjadi staf ahli Jaksa Agung era Marzuki Darusman. SJ adalah mantan pegawai Departemen Luar Negeri.

Syahril Johan pernah diangkat sebagai Staf Khusus Jaksa Agung bidang Intelijen dan Politik Luar Negeri. Menurut Henry, reputasi Syahril Johan janggan dianggap kecil.

“Dalam gambar-gambar yang ditayangkan di televisi, dia duduk bersebelahan dengan Adam Malik. Maka itu, pantas juga bila dia menjadi teman Kapolri, Wakapolri, Kapolda, atau Susno sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui, Susno kembali mengungkap kasus baru dalam pengakuannya di hadapan Komisi III Bidang Hukum DPR. Susno menyebut ada kasus mafia Arwana di Pekanbaru, Riau.

Susno juga menyebut inisial makelar kasus atau markus, SJ, dan mantan petinggi Polri, MP. Pria berinisial SJ ini pernah dipecat dari Departemen Luar Negeri karena menggunakan ijazah palsu.

“Masuknya mungkin sekitar tahun 70-an. Tahun 80-an dia dipecat dari Deplu karena menggunakan ijazah palsu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di Daewoo Hotel Vietnam, Jumat (9/4).

Tidak hanya itu, SJ juga diduga pernah berkecimpung di bisnis senjata. “Pernah bisnis semacam calo senjata,” kata mantan pegawai Deplu yang satu angkatan tahun masuk dengan SJ, di Daewoo Hotel, Vietnam, Jumat.

VIVAnews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…