Senin, 12 April 2010 10:39 WIB Internasional Share :

Usai bentrok berdarah, demonstran Thailand ancam terus beraksi

Bangkok–Jalan-jalan di Bangkok, Thailand masih diliputi ketegangan menyusul bentrokan antara tentara dan demonstran yang menewaskan 21 orang. Para pemimpin demo bahkan mengancam akan terus melakukan aksi mereka sampai pemerintah membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum baru.

Para demonstran bersikeras mereka menginginkan Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva mundur dan meninggalkan tanah air.

“Abhisit harus pergi,” cetus Veera Musikapong, salah seorang pemimpin demonstran ‘Red Shirt’ yang merupakan pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra.

“Kami minta semua pejabat pemerintah untuk berhenti melayani pemerintah ini,” imbuhnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (12/4).

Para demonstran masih terus berada di jalan-jalan menyusul pertumpahan darah yang terjadi Sabtu, 10 April lalu. Selain menewaskan 21 orang, lebih dari 800 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa berdarah itu.

Korban tewas terdiri dari 17 warga sipil dan 4 tentara. Bentrokan itu bermula ketika tentara-tentara mencoba membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata. Massa demonstran membalas dengan melemparkan batu.

Keadaan kian memburuk ketika terdengar beberapa suara tembakan. Terjadi saling tuding antara demonstran dan pasukan Thailand mengenai siapa yang lebih dulu melepas tembakan.

Bentrokan berakhir setelah pasukan mundur. Pasukan Thailand menyerukan gencatan senjata dengan para demonstran. Pemerintah Thailand menyatakan penyelidikan terhadap bentrok maut tersebut tengah diadakan.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…