Senin, 12 April 2010 17:44 WIB Solo Share :

Keluarga tersangka teroris asal Solo belum terima kabar resmi

Solo (Espos)--Sehari setelah penangkapan, kabar resmi dari kepolisian belum diterima keluarga tersangka teroris, Pandu Wicaksono alias Abu Asma. Keluarga Bayu Seno alias Budi menutup diri.

Seperti yang dinyatakan Ayah Pandu, yakni Mulyanto, kepada Espos, Senin (12/4) sore di kediamananya, Semanggi RT 3/RW XV, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. “Kami belum terima kabar dari polisi,” jawabnya singkat.

Ia menolak memberi keterangan, ketika Espos mempertanyakan kebenaran pemberitaan oleh berbagai media nasional yang menyebut-nyebut nama anaknya. “Sudah ter-cover di sana,” ujarnya tanpa memberi penjelasan.

Sambil sedikit menggelengkan kepala, kepadaEspos ia beberapa kali melontarkan kalimat menolak memberi keterangan. “Sampai saya sambi kayak gini (mencari kegiatan, saat itu menyapu-red), maksud saya biar sedikit berkurang beban saya. Mohon maaf kami tidak dapat memberi banyak keterangan,” ujarnya sambil menyapu halaman rumah.

Tak jauh dari itu, rumah Bayu Seno di Brengosan RT 2/RW XIV, Purwosari, Laweyan, Solo, juga tidak terlihat adanya aktivitas berarti.
Di sisi lain, Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto juga mengaku belum memastikan kebenaran dua tersangka teroris asal Solo yang tertangkap bersama enam tersangka lain. “Sampai sekarang saya belum menerima laporan resmi,” katanya saat dibungi wartawan kemarin siang.

m85

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…