Senin, 12 April 2010 17:34 WIB News Share :

BP Migas
Sulit pembebasan lahan di Blok Cepu dan Madura

Surabaya— Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengeluhkan sulitnya pembebasan lahan guna menunjang penambangan minyak dan gas di Blok Cepu dan Blok Madura.

Amir Hamzah, Kepala Divisi Humas, Security, Perwakilan dan Formalitas BP Migas mengatakan sulitnya pembebasan lahan ini di antaranya membuat produksi minyak di Blok Cepu, kususnya milik Mobile Cepu Limited (MCL), terhambat.

“Padahal MCL rencananya bisa menghasilkan 160 ribu barel per hari,” kata Amir Hamzah, ketika menemui Gubernur Jawa Timur Soekarwo di kantornya, Senin (12/4).

Sementara untuk Blok Madura, aktivitas seismic atau aktivitas pencarian sumber minyak di kawasan itu terhambat. “Di Madura ini hanya untuk seismic, jadi numpang lewat saja, tapi masyarakat banyak yang menolak,” tambah Amir.

Karenanya, Amir berharap Gubernur membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk mempermudah proses pembebasan lahan yang diperlukan untuk proses penambangan minyak dan gas,  baik di Blok Cepu maupun di Blok Madura.

Apalagi, hasil migasnya setidaknya menyuplai 30 persen dari pendapatan APBN kita. Amir mencontohkan, untuk tahun 2009 lalu saja, dari target pendapatan US$ 18,8 miliar mampu dilalui dengan raihan US$ 19,6 miliar.

Dari raihan ini, kata Amir, sumbangan dari Jawa Timur ternyata sangat besar. Apalagi, jika Blok Cepu berhasil, maka hasil ekspoitasi migas dari Jatim setidaknya berada di urutan terbesar kedua setelah Riau. “Jatim saat ini mampu hasilkan 100 ribu barel per hari, kalau ditambah Blok Cepu berarti akan mampu hasilkan 260 ribu barel per hari,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Soekarwo akan meminta bupati/wali kota membantu proses pembebasan lahan yang diperlukan untuk proses eksploitasi migas. “Saat ini semua investasi memang selalu terhambat pembebasan lahan,” kata Soekarwo.

tempointeraktif/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…