Senin, 12 April 2010 15:52 WIB Tekno Share :

Awas, lampu hemat energi bisa ganggu TV

Pemakaian bola lampu hemat energi saat ini banyak kita jumpai di rumah warga. Namun pemakaian lampu hemat energi ini ternyata menimbulkan pengaruh pada barang elektronik yang ada di sekitarnya.

Terutama dapat mengganggu saluran televisi secara acak. Gangguan itu menyebabkan pergantian channel, serta mengaktifkan dan mematikan TV tanpa disadari.

Di sejumlah negara, beberapa pemirsa televisi merek terkemuka melaporkan kejadian yang aneh dengan perangkat mereka, seperti TV tiba-tiba menyala sendiri.

Philips Electronics telah mengkonfirmasi bahwa masalah bisa itu terjadi karena tipe awal bola lampu hemat energi yang dapat menimbulkan gangguan dengan peralatan TV kabel.

Masalah ini disebabkan ketika bola lampu pertama dinyalakan dan terjadi loncatan frekuensi yang berdampak pada sensor infra merah pada penerima remote kontrol.

Berdasarkan keterangan teknisi, masalah ini terletak pada tipe awal bohlam Philips yang dikombinasikan dengan merek tertentu dari perangkat televisi.

Juru bicara dari perusahaan mengatakan “Beberapa lampu neon dari jenis yang sangat awal tak lama setelah digunakan dapat berdampak pada kontrol televisi karena frekuensi dari operasionalisasi bohlam yang berada di dekat televisi.”

Perusahaan mengatakan bahwa masalah ini jarang diketahui karena bohlam yang dimaksud adalah versi sangat lama dan tidak banyak rumah yang masih menggunakan benda ini.

Namun, Emma Clements dari Carshalton Surrey mengatakan bahwa bohlam dengan jenis lain di rumahnya berdampak pada televisi yang diproduksi oleh perusahaan Samsung.

“Pertama kali saya mengira ini adalah jari anak-anak yang menggunakan remote control sehingga tombol menjadi terganggu.”

Juru bicara penyedia siaran Virgin Media mengatakan masalah ini adalah salah satu dari sedikit yang dialami konsumen. “Ini adalah masalah lama. Beberapa jenis bohlam dengan tingkatan yang terlihat dapat berdampak pada peralatan infra merah.”

Tahun 2008, Uni Eropa mengumumkan larangan filamen bohlam tradisional pada bola lampu hemat energi meskipun lebih mahal.

Filamen lampu ini menggunakan hingga lima kali lebih banyak energi di mana konsumen mengeluhkan harganya lebih mahal, membutuhkan waktu untuk pemanasan, dan memiliki kecenderungan untuk berkedip.

Ada juga kekhawatiran terhadap kesehatan dari lampu jenis baru dengan beberapa orang mengeluh bisa menyebabkan sakit kepala, ruam dan pusing.

inilah/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…