Minggu, 11 April 2010 18:39 WIB News Share :

Pandu alias Abu Azma, salah satu teroris yang tertangkap

Medan–Nyaris kebetulan, aparat Samapta Kepolisian Sektor Medan Kota menangkap orang-orang diduga teroris dalam penggerebekan Minggu (11/4) dini hari. Total ada enam orang yang tertangkap. Berikut nama-nama terduga teroris yang ditangkap:

1. Komaruddin alias Abu Musa (35) asal Bandar Lampung,
2. Ibrahim alias Deni (31) asal Sidoarjo
3. Yusuf Arifin (25) asal Bandar Lampung
4. Bayu alias Budi (26)
5. Pandu alias Abu Azma (26) asal Solo dan
6. Zafar alias Lufti alias Uped (30) mengaku guru Pesantren Al-Muslimin, Magetan, Jawa Timur.

Sementara dua orang yang kabur dan saat ini dalam pencarian adalah:

1. Usman alias Daud, saat digrebek memakai berbaju hijau celana coklat, asal Lampung.
2. Ali, asal Aceh, memakai baju hitam dan celana hitam

Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Oegroseno sudah meminta jajarannya untuk mencari kedua orang itu.

Menurut Oegroseno, yang ditangkap termasuk tokoh-tokoh teroris yang dicari Densus 88. Bahkan, ada yang mengaku terkait rencana peledakan Cikeas.

Drama penangkapan terduga teroris dimulai saat petugas Samapta menggelar razia pukul 01.00 dini hari.

Petugas melihat kendaraan Kijang nomor polisi BL — nomor kendaraan Aceh berhenti di depan taman makam pahlawan Medan, Jalan Sisingamangaraja.

Mobil itu sangat kotor, di dalamnya ada delapan orang. Curiga, aparat mengepung mobil yang sedang berhenti. Melihat polisi, delapamn orang yang berada di dalam mobil panik. Mereka mencoba kabur.

Tiga tertangkap, tiga lainnya ditangkap di lokasi berbeda, dua ditangkap di jalan yang berbeda, satu lainnya dicurigai karena sujud sampai setengah jam.

vivanews/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…