Minggu, 11 April 2010 20:43 WIB Issue Share :

Meniru gaya Kartini, 108 model beraksi di BTC

Solo (Espos)–Sekitar 108 model mencoba unjuk kebolehan di lomba Fashion Kebaya Pesona Kartini 2010, Minggu (11/4), di atrium Beteng Trade Center (BTC), Solo. Peserta yang dikelompokkan dalam tiga kategori tersebut memamerkan busana tradisional dari berbagai pelosok nusantara.

Meskipun tema acara yang dipakai adalah busana kebaya, namun panitia tak membatasi busana adat yang dipakai para model. Mereka ada yang menonjolkan ragam busana Bali, Minang, hingga busana khas tradisi Melayu. Untuk kebaya sendiri, sebagian peserta memilih pakem kebaya tradisional. Tapi tak sedikit pula yang memodifikasi kebaya ke dalam bentuk kebaya kontemporer.

Pesona peserta lomba Fashion Kebaya Pesona Kartini terus terpancar kala mereka berlenggak-lenggok di atas cat walk. Kompetisi yang digelar menyambut Hari Kartini itu dimulai dengan penampilan peserta dari kategori A, yaitu untuk peserta berusia 4 tahun-8 tahun. Kemudian disusul peserta pada kategori B, yaitu usia 9 tahun-14 tahun, serta peserta berusia 15 tahun-20 tahun dalam kategori C.

“Peserta dibebaskan untuk memakai busana adat pilihan mereka sendiri. Entah kebaya tradisional, kebaya modern, atau busana adat dari berbagai daerah lain. Begitu pula dengan sanggul yang mereka kenakan terlihat sangat variatif,” ujar salah satu panitia, Jarot Wisnusubroto di sela-sela acara.

Acara yang dipersembahkan BTC dengan BEO entertainment & event organizer tersebut tak hanya digunakan sebagai ajang pamer busana. Peserta  kompak menandai perhelatan itu untuk mengenang salah seorang pahlawan Indonesia, RA Kartini yang telah berjasa membangun bangsa ini.
Bahkan ada sejumlah model pria yang ikut nimbrung memeriahkan acara itu. Salah satunya, Rizki Arif Budimansyah, 17 yang kini aktif belajar modelling di seolah model MIM Solo. Remaja yang saat itu memakai beskap dan blangkon  mengaku kagum dengan sosok RA Kartini. Maka ia tak perlu gengsi untuk ikutan lomba yang mayoritas didominasi peserta cewek tersebut.

“Meski peserta cowok yang ikut cuma sedikit, tapi saya yakin saja bisa menang,” pungkasnya diiringi senyum.


hkt

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…