Minggu, 11 April 2010 17:14 WIB Karanganyar Share :

Lelang proyek Pasar Tuban segera dimulai

Karanganyar (Espos)–Pemkab Karanganyar mengalokasikan anggaran Rp 650 juta untuk penyediaan pasar darurat bagi pedagang Pasar Tuban, Gondangrejo. Hal itu menyusul realisasi proyek pembangunan pasar tersebut yang dijadwalkan berlangsung tahun 2010 ini.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diseprindagkop & UMKM) Kabupaten Karanganyar, Sundoro, dalam pernyataannya menyebutkan saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas-berkas administrasi dan penyusunan jadwal kegiatan lelang. Diharapkan semua proses dan mekanisme itu dapat berjalan lancar agar tidak menghambat pelaksanaan proyek.

“Ada tiga macam lelang terkait pembangunan Pasar Tuban Gindangrejo, yaitu manajemen konstruksi, pasar darurat, dan pasar induknya sendiri. Mudah-mudahan semua sesuai rencana sehingga bisa selesai pada waktunya. Jika yang pertama saja molor, maka ketiga-ketiganya sudah pasti akan ikut molor juga,” ungkapnya kepada Espos di sela-sela sebuah acara di Karanganyar, Minggu (11/4).

Sundoro menyebutkan, setelah penetapan manajemen konstruksi konsultan dan pengawas kegiatan, proyek Pasar Tuban akan dilanjutkan dengan lelang pasar darurat. Dia menegaskan semua pedagang harus terlebih dulu pindah ke pasar darurat sebelum pembangunan Pasar Induk dikerjakan. Terkait lokasi, ditentukan di Lapangan Desa Tuban, Gondangrejo, karena tidak ada pilihan tempat lain yang lebih memadai.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindagkop & UMKM, Budi Wahyono, menyebutkan secara keseluruhan tiga kegiatan itu menelan biaya sekitar Rp 12,5 miliar. Perinciannya adalah manajemen konsultan Rp 142 juta, pasar darurat Rp 650 juta, dan pembangunan pasar induk Rp 10 miliar lebih. Pasar darurat menelan dana cukup besar karena Pemkab harus menyediakan los dan kios bagi sebanyak 975 pedagang.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…