Minggu, 11 April 2010 16:12 WIB News Share :

Kemenag pastikan pemondokan haji dekat dengan Masjidil Haram

Jakarta–Kementerian Agama menyatakan sekitar 43,33 persen pemondokan haji akan menempati ring I yang berjarak 2 km atau relatif dekat dengan Masjidil Haram.

“Rasa nyaman beribadah dalam pelaksanaan ibadah haji akan dirasakan pada musim haji 2010, karena dekat dari Masjidil Haram dan ditambah kenyamanan lain berupa peningkatan kamar penginapan,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Minggu (11/4).

Setelah datang dari melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, ia mengatakan sampai 9 April telah dapat menyewa 249 rumah dengan kapasitas 137.177 orang (69,41 persen).

“Dari jumlah rumah itu, sebanyak 85.641 orang (43,33 persen) berada di ring I dengan jarak 2 km dan 51.536 orang (26,08 persen) berada di ring II,” katanya.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan musim haji tahun lalu (2009), pemondokan yang disewa sebanyak 127 rumah dengan kapasitas 54.320 orang (27,23 persen) berada di ring I dengan jarak paling jauh 2 km.

“Di ring II sebanyak 297 rumah dengan kapasitas 145.036 orang (72,72 persen) dengan jarak terjauh 7 km. Dengan demikian, untuk pondokan haji di Mekkah pada musim haji 2010 mengalami kemajuan, meski belum seluruhhnya rampung,” kata Suryadharma Ali.

Ia berharap rumah yang sudah dikontrak tersebut tak mengalami pemutusan kontrak di tengah jalan, seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kejadian pemutusan kontrak pondokan secara sepihak dari pemilik pondokan, panitia haji telah mengalokasikan kelebihan pondokan 1,5 persen dari jumlah pondokan yang dikontrak.

“Jadi, sekitar 3.000 orang calon haji bisa ditampung di pondokan tersebut jika terjadi pemutusan kontrak di tengah jalan,” kata Menag yang didampingi Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Ratna Rosita.

Ada perbedaan ruang kamar penginapan. Jika pada tahun sebelumnya standar ruang 3,5 meter per segi per orang, maka kini standarnya ditingkatkan 4 meter persegi per orang. Hal ini, lanjut Menag, telah menjadi bagian pembicaraan ketika bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi.

Untuk penginapan di Madinah, tim perumahan Kementerian Agama telah merencanakan di wilayah Markaziah minimal 90 persen. Sampai saat ini masih dalam taraf verifikasi administrasi.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…