Minggu, 11 April 2010 12:11 WIB News Share :

Keluarga akan dirikan Yayasan Koin Cinta Bilqis

Jakarta–Keluarga Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia biller yang meninggal di RS Karyadi Semarang, Sabtu (10/4), akan mendirikan Yayasan Koin Cinta Bilqis (KCB).

“Kami akan mendirikan yayasan yang menangani penderita atresia biller seperti Bilqis,” kata Koordinator KCS, Fahrur Djenar, di Jakarta, Minggu, setelah acara pemakaman Bilqis Anindya Passa.

Fahrur yang juga paman Bilqis mengatakan, sampai saat ini dana yang masuk melalui Koin Cinta Bilqis telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Pria yang akrab disapa DJ itu menambahkan, dana tersebut sampai detik ini terus bertambah.

“Sampai saat ini ada saja yang masuk,” katanya. Rencananya, keluarga akan membangun yayasan yang khusus menangani penderita-penderita yang senasib dengan Bilqis.

“Dana ini akan disumbangkan kepada Bilqis-Bilqis yang lain,” katanya.   Bilqis Anindya Passa, anak dari pasangan Dewi Farida dan Doni Ardianta Passa, menderita penyakit yang memerlukan penanganan rumit atresia biller.

Balita 19 bulan itu sebelumnya sempat dirawat di RS Karyadi Semarang selama dua bulan untuk menjalani persiapan pelaksanaan operasi transplantasi (cangkok) hati.

Namun, lantaran mengalami gagal napas, Bilqis meninggal pada Sabtu (10/4) pukul 15.15 WIB di RS Karyadi Semarang. Jenazah Bilqis dimakamkan pada Minggu (11/4) pukul 10.30 WIB di TPU Kawi-Kawi Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…