Minggu, 11 April 2010 19:59 WIB Travel Share :

Berwisata ke dua negara hanya dengan Rp 3 juta

PENGINAPAN MURAH-Dua contoh kamar penginapan murah bertarif US$3 per malam di Siem Reap, Kamboja dan bertarif US$9 per malam di Ho Chi Minh City, Vietnam. Foto diambil Jumat (2/4). FOTO (Espos/Astrid Prihatini WD)

Dua negara, yaitu Vietnam dan Kamboja, bisa dijelajahi hanya berbekal uang Rp 3 juta. Uang senilai tersebut sudah termasuk tiket pesawat pulang pergi, akomodasi, biaya makan, transportasi dan biaya cadangan.

“Apa sih menariknya Vietnam dan Kamboja? Toh, Vietnam tak beda jauh dari Indonesia. Ngapain kamu ke sana? Kamu hanya akan melihat kemiskinan, bangunan kumuh dan kesemrawutan persis di Indonesia. Bukankah lebih enak mengunjungi Singapura atau Kuala Lumpur yang sudah tertata rapi dan modern?” demikian ledek teman-teman saat mereka tahu rencana saya mengunjungi Vietnam dan Kamboja.
Ya, saya tahu. Vietnam dan Kamboja memang tidak semodern Kuala Lumpur atau Singapura. Di Kuala Lumpur dan Singapura kita bisa merasakan nikmatnya hidup di kota modern, naik kereta api monorel, berjalan-jalan di trotoar yang bersih, bebas pengemis, tidak ada anak-anak umbelen pating keleler atau bangunan kumuh. Semua serba modern dan teratur.

Namun, justru suasana mirip Indonesia yang ditawarkan Vietnam dan Kamboja itulah yang mengusik rasa penasaran. Berbekal uang Rp 3 juta, saya dan dua teman sesama warga negara Indonesia memulai petualangan di tiga kota dua negara tersebut, yaitu Ho Chi Minh City (Vietnam), Phnom Penh (Kamboja) dan Siem Reap (Kamboja).

Petualangan dimulai dari Ibukota Vietnam, Ho Chi Minh City. Penerbangan menuju Ho Chi Minh City ditempuh dalam waktu tiga jam dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Beruntung, saya memperoleh tiket promo Jakarta-Ho Chi Minh City pulang pergi hanya seharga Rp 650.000.

Mencari penginapan murah di Ho Chi Minh City, Siem Reap dan Phnom Penh juga cukup mudah. Tinggal searching di Internet, kita bisa memilih salah satu dari ribuan penginapan murah yang ditawarkan di Internet. Malah, harga penginapan di Ho Chi Minh City, Siem Reap dan Phnom Penh jauh lebih murah dibandingkan penginapan di Kuala Lumpur dan Bangkok.

Penginapan di Ho Chi Minh City rata-rata dipatok pada kisaran harga US$9-US$15 per malam. Sementara, harga penginapan di Siem Reap dan Phnom Penh lebih murah lagi yaitu berkisar US$3-US$7 per malam (sekitar Rp 30.000-Rp 70.000 jika diasumsikan US$1 = Rp 10.000).

Jangan salah! Meski pun harga murah, namun fasilitas yang disediakan setara hotel bintang tiga. Di setiap kamar disediakan tempat tidur berseprei linen bersih, pendingin udara, ceiling fan, handuk bersih, kamar mandi lengkap dengan shower air dingin/panas, lemari es mungil serta sarapan pagi. Fasilitas tambahan berupa akses internet gratis plus buku bacaan super lengkap biasanya juga disediakan pengelola penginapan. Nah, untuk destinasi Ho Chi Minh City, saya memilih salah satu penginapan seharga US$9 per malam yang terletak di Jalan Pham Ngu Lao, District 1, yang merupakan kawasan turis (Bersambung)

Astrid Prihatini WD

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…