Minggu, 11 April 2010 14:19 WIB Solo Share :

Atasi kemacetan, 2 Underpass akan dibangun di Solo

Solo (Espos)--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membangun jalan underpass di dua perlintasan kereta api (KA) di Kota Bengawan, yaitu perlintasan Kota Barat dan perlintasan Pasar Nongko.

Rencana pembangunan underpass alias jalan di bawah jalur KA tersebut didasari pertimbangan tingginya tingkat kemacetan di dua titik perlintasan KA itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan tingginya peningkatan jumlah kendaraan di Solo yang mencapai 7,5% per tahun mendesak segera disikapi. Pembangunan jalan underpass dinilai merupakan salah satu solusi yang paling mungkin diterapkan khusus untuk perlintasan KA. Pasalnya, solusi tersebut menurut kajian paling sedikit membutuhkan biaya non teknis.

“Dua perlintasan KA, di Kota Barat dan Pasar Nongko, paling macet dibanding enam perlintasan KA lain yang ada di Solo,” sebut Herman, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Jumat (9/4).

Menurut catatan Dishub, dua perlintasan KA tersebut mencapai puncak kemacetan lalu lintas paling tidak empat waktu dalam sehari. Pada pukul 06.30-07.30 WIB, pukul 11.30-13.00 WIB, pukul 14.30-15.30 WIB, dan 16.00-17.30 WIB.

Di perlintasan KA Kota Barat kemacetan di sisi utara bisa terjadi hingga di depan SMP Negeri 1 Solo. Sedangkan di sisi selatan, kemacetan memanjang hingga perempatan Lapangan Kota Barat. Khusus di perlintasan KA Pasar Nongko, kemacetan dinilai lebih parah lantaran jalan yang berada di kawasan itu terlampau sempit.

Herman menambahkan, anggaran untuk pembangunan dua underpass tersebut berasal dari Kementrian Perhubungan. Pembangunan satu unit jalan underpass ditaksir membutuhkan dana Rp 10 miliar. Sementara, APBD kota dipersiapkan untuk menyelesaikan permasalahan nonteknis.

“Usulan sudah kami sampaikan, kami harap bisa terealisasi tahun 2011,” imbuh dia.
Di samping membangun jalan underpass, Dishub juga mengajukan anggaran untuk pelebaran underpass di kawasan Gilingan, atau kerap disebut viaduck Gilingan. Di lokasi tersebut, hujan deras kerap menyebabkan genangan, sehingga pihaknya merasa perlu melebarkan jalan dan memperbaiki saluran air.

Di lain pihak, keluhan atas kemacetan di perlintasan KA Kota Barat dan Pasar Nongko disampaikan sejumlah masyarakat. Warga Karangasem, Laweyan, Lutfi mengaku kerap menjumpai jalan di seputar perlintasan KA Kota Barat macet terutama setelah KA melintas.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…