Minggu, 11 April 2010 17:33 WIB Hukum Share :

9 Karyawan jarah toko tempat kerja sendiri

Solo (Espos)–Sembilan karyawan toko klontong Ting-ting meringkuk di tahanan Mapolsek Banjarsari, Solo, Minggu (11/4) lantaran kedapatan mencuri barang dagangan di tempat kerja. Aksi pencurian tersebut mereka akui saat diperiksa polisi.

Kapolsek Banjarsari AKP Edison Pandjaitan mewakili Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto, menyatakan, pencurian itu diawali dari kecurigaan sang majikan. “Pemilik toko merasa sering kehilangan barang dagangan, kemudian mencurigai para karyawan dan melaporkan hal tersebut ke polisi,” katanya saat dihubungi Espos.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan 19 karyawan toko, Jumat (9/4). Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan sembilan tersangka.

“Ada 10, tapi satu masih di bawah umur dan masih kami titipkan di toko untuk dibina,” tambahnya.

Sembilan karyawan dari toko yang terletak di Jl S Parman, Banjarsari, Solo itu adalah Winoto, Untoro, 35, Winoto, 31, Sri Mularno, 27, Sunardi, 25, Aris, 23, Sudarwanto, 22, Kusmin, 41, Andri Suharno, 25 dan Dwi Purwoto, 29. Mereka merupakan karyawan bagian pengiriman barang, sales dan juru angkat.

Menurut keterangan tersangka yang memiliki jabatan sales, Winoto, pencurian tersebut mereka lakukan karena merasa bekal pengiriman barang ke luar kota sering kurang. “Ya terpaksa, dagangan kami curi dan jual untuk tambahan saku,” akunya. Hampir semua tersangka menyatakan upah yang mereka terima tidak sebanding dengan jam kerja.

Sementara itu, tersangka lain, Sunardi mengaku mengambil beberapa slop rokok saat toko belum ditutup dengan cara memasukkannya ke dalam tas.

“Kami tidur di Ting-ting juga, jadi saya ngambil rokok sebelum tidur,” katanya.

m85

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…