Sabtu, 10 April 2010 15:13 WIB News Share :

Utang RI Rp 1.600 triliun

Bandung — Meski utang RI menembus angka Rp 1.600 triliun, Deputi Menko Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Erlangga Mantik mengatakan tingkat utang itu tidak mengkhawatirkan.

Menurut Mantik, utang itu masih berada dalam batas normal dan termasuk sehat. Sebab, RI dibanding negara lain, rasio utang terhadap PDB (produk domestik bruto) adalah yang paling rendah.

“Tentunya, itu menjadi prestasi sendiri dan tentang masalah utang ini lembaga rating memberi apresiasi yang meyakinkan,” kata Mantik disela-sela acara diskusi STruktur APBN 2010 Pasca Perubahan dan Peluang dari Pemulihan Ekonomi di Bandung , Sabtu (10/4).

Banyak negara, kata Mantik, mengakui keuangan Indonesia sehat. Pasalnya, angka utang ini tidak dilihat pada besar nilainya tapi pada kemampuan negara itu membayar.

“Kita dengan komposisi utang sekarang masih mampu membayar,” ujarnya. Terlebih dengan adanya penguatan rupiah, jumlah pembayaran utang juga semakin efisien.

Bank Indonesia juga dikabarkan selalu memantau perkembangan utang Indonesia. Evaluasi terhadap utang ini dibuat pertigabulanan.

“Secara umum, utang kita itu kalau dilihat dari neraca perdagangan masih surplus. Itu yang mengakibatkan cadangan devisa terus menguat, karena kegiatan ekspor kita makin baik,” ujarnya.

Nilai Ekspor RI tercatat sejak Januari smapai Februari 2010 mencapai US$ 22,8 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibanding 2009. Sementara itu, cadangan devisa terus merangkak naik menjadi angka tertinggi pada kuartal pertama ini sebanyak US$71,8 miliar.

Peringkat investasi juga tahun ini dinaikkan Fitch dari BB menjadi BB+, untuk Standard & poor dari BB- menjadi BB dan dari Moodys dari Ba3 menjadi Ba2.

VIVAnews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…