Sabtu, 10 April 2010 13:22 WIB Hukum Share :

Usai bacok teman, Yuliastuti malah pingsan

Pasuruan — Perempuan biasanya identik dengan kelembutan, tetapi tidak bagi Yuliastuti (41) yang dengan garangnya membacokkan parang ke tubuh sahabat karibnya, Sulistiyowati (40), hingga enam kali.

Sulistiyowati, warga Dusun Keboncandi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, itu pun bermandikan darah. Peristiwa ini berawal saat Sulistiyowati bersantai di rumahnya, didatangi Yuliastuti, Jumat (9/4) kemarin.

Selanjutnya, Sulis diajak ke rumah Yuliastuti dan katanya akan diberi kejutan. Bahkan, agar kesan surprise makin tajam, Yuli menutup mata Sulis saat menuju ke rumahnya.

“Ayo, saya beri kejutan. Ia malah menutup mata saya dengan kain dan katanya biar surprise,” terang Sulistiyowati dengan nada lirih saat ditemui wartawan di rumah sakit. Setiba di halaman depan rumah Yuliastuti, Sulistiyowati diberi semacam kotak perhiasan.

Saat Sulis masih meraba kotak pemberian sahabatnya itu, tiba-tiba Yuliastuti membacok bagian belakang kepalanya. Spontan Sulis langsung meronta dan membuka kain penutup mata.

Dengan tenaga sebisanya, Sulis berupaya melawan dan menangkis bacokan parang atau golok yang dihunjamkan temannya itu. “Sambil melawan sebisanya, saya berteriak minta tolong, saat itu tidak ada siapa-siapa lagi. Setelah masuk halaman depan rumahnya, pintu pagar ditutup. Saya tidak tahu sebabnya dan sepertinya dia kesurupan,” urai Sulistiyowati.

Karena dibacok parang hingga enam kali dan melukai bagian belakang kepala, kedua lengan, serta kaki kanan-kirinya, Sulis pun lemas dan terkulai di lorong halaman. Anehnya, setelah membacok, Yuliastuti justru langsung pingsan di dekat korbannya.

Seorang warga, Suwoko, yang mendengar teriakan minta tolong dari Sulis, berlarian mendatanginya. Dari pintu pagar dilihatnya Sulis dalam posisi tergeletak bermandikan darah dan tidak jauh darinya juga tergeletak Yuliastuti.

“Saat itu juga saya berlarian minta tolong warga yang lain dan memberitahu suami Sulis, Iwan Fidianto,” kata Suwoko. Warga bertindak cepat dan mencoba menyelamatkan Sulistiyowati. Bersama polisi, warga langsung membawa Sulistiyowati ke rumah sakit agar segera mendapat perawatan. Pihak kepolisian langsung olah TKP dan memberi garis polisi di lokasi kejadian.

Kompas.com/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…