Sabtu, 10 April 2010 13:09 WIB Hukum Share :

Pengacara khawatirkan ginjal cangkokkan Bahasyim

Jakarta – Tim kuasa hukum mengkhawatirkan kondisi kesehatan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang baru dijadikan tersangka, Bahasyim Assifie. Selain sudah lama mengidap penyakit jantung, ginjal Bahasyim juga bermasalah.

“Ginjal dia (Bahasyim) sudah bukan punya dia lagi. Tapi sudah punya adiknya,” kata pengacara Bahasyim, John K Aziz, usai menjenguk kliennya di tahanan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/4).

Tapi John tidak melanjutkan apakah adik Bahasyim yang mendonorkan ginjal itu masih hidup atau memang sudah meninggal. Yang pasti, John melanjutkan, kondisi kesehatannya menjadi perhatian sendiri.

“Semalam itu dadanya sempat nyeri terkena sikut saat berdesak-desakan. Tapi semalam bisa tidur nyenyak,” ujarnya. Tetapi setelah diperiksa, kondisinya baik-baik saja..

Semalam, sempat terjadi sedikit kericuhan saat Bahasyim keluar dari pemeriksaan. Wartawan yang menunggu terlihat menumpuk dan berdesak-desakan untuk meminta keterangan Bahasyim.

“Kemarin diperiksa dari sekitar pukul 2 siang sampai 7 malam. Ditanya 12 pertanyaan seputar harta dan rekening Rp 64 miliar,” kata John.

Terkait penahanan, tim kuasa akan mengajukan penangguhan penahanan Bahasyim. “Hak beliau akan mengajukan penangguhan penahanan itu,” ujar dia lagi.

VIVAnews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…