Sabtu, 10 April 2010 12:37 WIB News Share :

Mafia pajak potong 23 persen uang negara

Jakarta – Bila mafia perpajakan sukses diberantas, maka dijamin bahwa penerimaan negara dari pajak akan meningkat. Selama ini mafia perpajakan dinilai telah menghilangkan potensi pendapatan sebesar 23 persen.

“Potensi pendapatan hilang sangat kecil kalau bisa hilangkan markus perpajakan,” kata Martin Hutabarat, anggota Komisi III Bidang Hukum DPR dari Fraksi Gerindra, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (10/4). “23 Persen hilang dari perpajakan,” lanjutnya.

Tahun lalu, kata Martin, pemerintah menargetkan penerimaan keuangan sebanyak Rp 577 triliun. Namun negara hanya bisa mendapatkan Rp 560 triliun dari pajak.

“Padahal penerimaan bisa mencapai Rp 700 triliun. Itu sekitar 23 persen yang hilang dari perpajakan,” ujarnya.

Martin juga menilai langkah Komisaris Jenderal Susno Duadji yang memunculkan sejumlah kasus seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum perbaikan. Tidak seharusnya Susno ditanggapi dengan resistensi berlebihan, karena resistensi dianggap tidak tepat.

“Susno datang, seolah institusi (Pajak dan Polri) mau dihabisi. Bukan itu, intinya kita mau selamatkan keuangan negara,” ucap Martin.

VIVAnews/ tiw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…