Jumat, 9 April 2010 12:00 WIB Hukum Share :

St perkosa tiga puteri kandungnya

Malang– Perbuatan ST, pria berusia 41 tahun asal Gondanglegi, Malang ini sungguh keji. Ia tega memperkosa ketiga puteri kandungnya yang masih bocah. Bahkan diperkirakan perbuatannya itu telah dilakukan berkali-kali sejak empat tahun lalu, saat istrinya, In (36) tidak ada di rumah.

Perbuatan itu terbongkar saat puteri tertuanya, Mm (9) yang buka mulut pada In. Mendapat informasi tersebut, In lalu melaporkan St ke Polres Malang, Selasa (6/4). Esoknya St ditangkap.

Hingga Kamis (8/4), St diperiksa penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang, tetapi sejauh ini dia membantah tuduhan itu. “Ada dugaan St menderita kelainan orientasi seksual,” kata Yusti Silastuti Elvi Yunarini SPsi, psikolog partner PPA Polres Malang, Kamis.

Dua anak lain adalah Lm (8) dan Wn (5). Visum membuktikan selaput dara mereka robek dan berdasarkan bukti itu St ditangkap. “Kami ikut prosedur saja. Saat ini kami memeriksa saksi-saksinya kemudian mempercepat berkasnya,” kata AKP Kusworo Wibowo SH SIk, Kasat Reskrim Polres Malang, Rabu (8/4).

Perkosaan itu terjadi ketika Mm masih berusia 5 tahun dan terjadi berkali-kali. Sebenarnya In pernah dilapori si anak, setelah Mm mengeluh kemaluannya sakit tiap kali buang air kecil. Waktu itu ia tidak bereaksi karena menganggap hal itu sebagai aib keluarga. Namun, keadaan berubah ketika ia mengetahui korbannya bukan cuma putri tertua, tetapi juga puteri kedua dan ketiga yang mendapat perlakuan sama, ia pun melapor ke polisi.

Kompas.com / tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…