mediaindonesia.com
Jumat, 9 April 2010 16:23 WIB Solo Share :

Sampaikan visi dan misi, Jo-Dy & Wi-Di dinilai masih normatif dan standar

Solo (Espos)–Dua pasangan calon walikota-wakil walikota Solo, Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) dan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi menyampaikan visi dan misinya di DPRD Solo, Jumat (9/4).
Namun, kalangan pengamat menilai apa yang disampaikan dua pasangan calon itu masih standar dan belum pada tataran riil.

Bahkan, dua pasangan itu dinilai belum memiliki program terobosan. Penyampaian visi dan misi itu dilakukan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Solo.

Tiap-tiap pasangan calon mendapatkan jatah menyampaikan visi dan misinya selama 30 menit tanpa ada dialog. Pasangan Jo-Dy yang merupakan pasangan incumbent menyatakan, akan melanjutkan sejumlah program seperti Program Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). Sedangkan pasangan Wi-Di memaparkan sejumlah koreksi selama pemerintahan Jo-Dy.

Kesempatan pertama diperoleh Jo-Dy untuk menyampaikan visi dan misi. Pasangan Jo-Dy yang mengenakan pakaian batik itu menyampaikan visi dan sembilan misinya untuk menjadi walikota-wakil walikota periode 2010-2015.

Dalam pemaparannya, Jo-Dy memiliki sembilan misi mulai dari soal ekonomi kerakyatan, pengembangan budi pekerti, pendidikan, kesehatan hingga penguatan karakter kota.

“Memang programnya simpel, tapi action plan-nya jelas,” ungkap Jokowi seusai acara.

Beberapa program yang telah dijalankan pasangan itu selama lima tahun terakhir juga akan kembali dilanjutkan seperti revitalisasi pasar, PKMS hingga bantuan pendidikan. Namun, Jo-Dy juga menawarkan adanya pengembalian nama kampung dan jalan di Solo yang dulu pernah digunakan. Jo-Dy juga akan mengembangkan brand image kota, termasuk mengintensifkan event nasional dan internasional di Solo.

Sedangkan pasangan Wi-Di memulai pemaparan visi dan misi dengan memberikan kritik ke pasangan incumbent karena masih banyaknya permasalahan di Solo mulai masih tingginya angka kemiskinan hingga meningkatnya jumlah pengangguran serta rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Pasangan Wi-Di menawarkan adanya fasilitas kebutuhan dasar mulai dari pendidikan, kesehatan dan pemukiman dan adanya pelayanan publik yang baik. Di tengah penyampaian visi dan misinya, Eddy mengatakan, forum penyampaian visi dan misi itu tidak menjadi penentu dalam Pilkada.

Sementara itu, pengacara senior, Joko Trisno Widodo yang mengikuti kegiatan itu menilai apa yang disampaikan masih normatif dan standar karena apa yang ditawarkan oleh kedua pasangan calon merupakan urusan wajib pemerintah daerah.

Dia mengatakan, belum ada terobosan dari kedua pasangan calon. Seharusnya, kata dia, visi dan misi mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.

dni

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…