Jumat, 9 April 2010 16:49 WIB News Share :

Rapat Banggar, Sri Mulyani dilarang bicara

Jakarta – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan beberapa menteri terkait dengan agenda Perubahan APBN 2010, Jumat (9/4) di DPR diawali dengan kericuhan ringan.

Beberapa anggota Banggar sempat meminta Sri Mulyani untuk diam dan tidak berhak berbicara satu kata pun. Alasannya, Rapat Paripurna DPR RI pada bulan lalu memutuskan adanya dugaan kesalahan pada kebijakan pengucuran dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Dan Sri Mulyani disebut-sebut sebagai salah seorang yang harus bertanggung jawab atas hal ini.

“Saudara Menkeu tidak perlu bicara dalam pertemuan ini. Toh, hari ini tidak diambil keputusan. Ini demi kewibawaan DPR,” ujar anggota Banggar Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar.

Bambang angkat bicara ketika Sri Mulyani baru saja hendak berbicara. Sontak saja, Sri Mulyani langsung mengurungkan niatnya untuk berbicara. Seterusnya, berbagai interupsi pun bergulir. Kubu pro-kontra saling beradu argumen mengenai apakah Sri Mulyani perlu dilarang bicara atau tidak. Hal senada disampaikan anggota Erick Wardana dari Fraksi Hanura dan Desmond J Mahesa dari Fraksi Gerindra.

“Keputusan paripurna soal Bank Century adalah konstitusional dan mengikat kita semua. Kita harus menghargai putusan paripurna DPR. Akan menjadi kekikukan konstitusional jika Menteri Keuangan mewakili pemerintah dan berbicara. Kehadiran Menteri Keuangan tidak kita anggap mewakili pemerintah. Silakan menteri lain yang berbicara,” ujar keduanya.

Kompas.com/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…