Jumat, 9 April 2010 18:11 WIB News,Hukum Share :

Polri
Bahasyim dikenai pasal pencucian uang

Jakarta–Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar mengatakan Bahasyim Assifie dikenai pasal dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi (Tipikor) dan pencucian uang (money laundry).

Boy di Polda Metro Jaya, Jumat (9/4), mengatakan tersangka Bahasyim melakukan modus mengirim dana sekitar Rp 64 miliar ke rekening milik keluarga diduga dari hasil kejahatan penyuapan (gratifikasi).

“Uangnya dari hasil menerima imbalan atas jasa bantuan menyelesaikan masalah perpajakan dari wajib pajak, kemudian dikirim ke rekening keluarga,” kata Boy.

Berdasarkan dugaan itu, penyidik mengenakan Pasal 2, 3 dan atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 25 Tahun 2001 dan Pasal dan atau Pasal 6 UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2001 mengenai Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang.

Boy menuturkan tersangka mentransfer uang hasil gratifikasi ke rekening istrinya, Sri Purwanti dan putrinya, Winda Arum di Bank Negara Indonesia (BNI).

Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menyebutkan penyidik menyita barang bukti dari hasil pemeriksaan berupa rekening koran, uang sebesar Rp 64 miliar di rekening Sri Purwanti dan Winda Arum.

Penyidik menemukan jumlah transfer rekening sebanyak 47 transaksi mencurigakan melalui tabungan sendiri, istri maupun putrinya.

Saat ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sudah memblokir rekening tabungan milik keluarga Bahasyim pada BNI dan BCA dengan dana total Rp 66 miliar sejak akhir Maret 2010.

Hingga saat ini penyidik masih mengembangkan kemungkinan adanya penambahan tersangka lainnya terkait dengan dugaan kasus pencucian maupun kejahatan perpajakan itu dengan memeriksa saksi lainnya.

Termasuk putra Bahasyim, Kurniawan Arifki yang sudah menjalani pemeriksaan, Kamis (8/4), terkait dengan pengembangan terhadap kepemilikan 16 rumahnya.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…