Jumat, 9 April 2010 16:35 WIB Solo Share :

Pemkot akan lokalisasi bursa mobil Sriwedari

Solo (Espos)–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo berencana melokalisasi sedikitnya 300 unit mobil peserta bursa mobil Sriwedari.
Wacana lokalisasi itu dipicu membeludaknya jumlah peserta yang berimbas pada terjadi kemacetan di Jl Slamet Riyadi setiap hari Minggu.
Kepala Dishub Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan wacana untuk lokalisasi sebenarnya pernah digulirkan beberapa tahun lalu. Namun, kala itu, pengelola bursa mobil yang mulai dibuka sejak tahun 2005 itu meminta tetap bertahan di Sriwedari dan menjamin mobil tidak akan meluber ke jalan. Kenyataannya, setiap hari Minggu Jl Slamet Riyadi di seputar Sriwedari dipenuhi parkir peserta bursa mobil. Bahkan peserta bursa mobil terkadang melebar hingga di depan Hotel Dana di sebelah timur dan di depan Loji Gandrung di sebelah barat.

“Permasalahan itu sudah kami dengar, juga saat hearing dengan Komisi III DPRD. Itu akan kami kaji. Mungkin perlu mempertimbangkan lokalisasi seperti yang dulu pernah diwacanakan. Waktu itu pernah ada usulan dilokalisasi ke Alun-Alun Kidul, tapi tidak dilanjutkan karena pengurus mau menata,” terang Herman, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Jumat (8/4).

Kendati demikian, Herman mengaku belum akan mengambil tindakan dalam waktu dekat. Sejauh ini pihaknya baru menampung masukan dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat pengguna Jl Slamet Riyadi yang mulai mengeluhkan kemacetan akibat melubernya peserta bursa mobil ke jalan setiap hari Minggu.

Herman menyebut, Dishub kemungkinan baru akan terjun ke lapangan pada bulan Mei mendatang atau setelah pemilihan kepala daerah (Pilkada). Langkah pertama yang bakal diambil pihaknya adalah berdialog dengan pengurus bursa mobil untuk mempertanyakan komitmen menata peserta bursa. Herman khawatir jika tidak segera ditangani jumlah peserta bursa mobil bakal terus membeludak.

Di luar itu, Dishub juga akan melakukan kajian menyeluruh perkembangan bursa mobil dan partisipasi mereka dalam memenuhi kewajiban retribusi parkir. Herman mengakui keberadaan mobil para peserta bursa berpotensi mengurangi pendapatan parkir di lokasi sekitar Sriwedari. Sebab, peserta umumnya memakai lahan parkir seharian, yaitu pukul 08.00-17.00 WIB.

tsa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…