Jumat, 9 April 2010 20:05 WIB Hukum Share :

Mahasiswa IPB ditahan lakukan penipuan Rp 8 miliar

Bogor–Salah seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terpaksa berurusan dengan polisi karena melakukan penipuan terhadap ratusan mahasiswa di kampus tersebut yang jumlahnya mencapai Rp 8 miliar.

Tersangka adalah Indra Giri, 24 tahun, mahasiswa semester sepuluh yang kini meringkuk di tahanan Polres Kota Bogor.

Terbongkarnya aksi penipuan ini berawal atas laporan mahasiswi IPB bernama Rita Permatasari, yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 360 juta karena bujuk rayu Giri.

Kata Rita, penipuan ini berawal dari ajakan Giri untuk menjalankan bisnis souvenir.

“Janji akan memberikan keuntungan hingga 150 persen kepada saya setiap bulan,” ungkap Rita, Jumat (9/4).

Semula keuntungan tersebut diberikan sesuai perjanjian, namun belakangan keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung datang. Bahkan, Indra malah menghilang entah kemana.

“Kalau saya hitung, kerugian saya mencapai Rp 360 juta,” jelasnya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bogor, Ajun Komisaris Irwansyah, mengatakan, hingga kini sudah lebih dari seratus korban penipuan yang melapor.

“Kami sudah menelusuri korbannya. Jumlahnya lebih dari 175 orang dan 90 orang diantaranya adalah mahasiswa,” jelasnya.

Tersangka memperdaya korbannya dengan cara mengajak untuk ikut investasi pada bisnis souvenir yang dijalaninya.

Dihadapan petugas, Giri mengaku telah melakukan penipuan sejak bulan Juni 2009 yang lalu.

“Tidak semua mahasiswa, yang kerja di kantoran juga ada,” paparnya.

Sementara hasil penipuan itu sudah mencapai Rp 8 Miliar dan telah habis sebagian untuk memenuhi gaya hidupnya. Diantaranya, membeli perumahan elit di Sentul, Bogor, seharga Rp 300 juta dan untuk uang muka pembelian mobil Honda CRV Rp 80 juta.

vivanews/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…