Kamis, 8 April 2010 13:24 WIB News Share :

Polri larang tiga jenderal hadir di Panja DPR

Jakarta – Mabes Polri tidak mengizinkan tiga jenderalnya memberikan keterangan di hadapan Panitia Kerja (Panja) Pajak Dewan DPR. Mabes Polri punya beberapa alasan melarang ketiga jenderal yang diundang Panja Pajak itu.

“Komisi XI kirim undangan agar tiga Pati (Perwira Tinggi) kita dihadirkan. Tapi kita tidak bisa menghadirkan,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang di Jakarta, Kamis (8/4).

Setidaknya, Edward menyebutkan ada dua alasan Polri melarang ketiganya. Pertama, kehadiran ketiganya dikhawatirkan mengganggu proses penyidikan.

“Sementara yang kedua apabila mereka dihadirkan dikhawatirkan akan menimbulkan opini kontra-produktif terhadap polri,” kata dia.

Kemarin, Panja Pajak mengirimkan undangan kepada ketiga Perwira Tinggi Polri. Mereka yakni Komisaris Jenderal Susno Duadji, Brigjen Polisi Raja Erizman, dan Brigjen Edmon Ilyas.

Ketiganya berstatus terperiksa oleh Tim Propam Mabes Polri. Susno menjadi terperiksa karena dianggap melakukan penghinaan dan penistaan kepada institusi Polri karena membongkar makelar pajak di luar Polri.

Tindakan susno membongkar makelar kasus itu dianggap sebagai aib bagi institusi polri, sehingga dianggap menghina korps Bhayangkara itu.

Sedangkan, Raja dan Edmon berstatus terperiksa karena dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya dalam kasus penyidikan perkara penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan. Belakangan Edmon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Lampung karena kelalaiannya itu.

Namun, terkait kehadiran Susno ke Komisi III Bidang Hukum, Edward mengaku tidak mengetahui apakah ada undangan atau tidak. “Saya sedang mengecek apakah memang benar ada undangan dari Komisi III,” kata dia.

VIVAnews/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…